JAWA BARAT, GLOBALSIAR.COM (25 SEPTEMBER 2026) – Kebakaran besar menghanguskan sekitar 70 hektare lahan di kawasan pegunungan yang sulit dijangkau. Insiden yang terjadi sejak pagi hari ini dipicu oleh cuaca ekstrem yang membuat vegetasi kering mudah tersulut api. Petugas di lapangan melaporkan bahwa kobaran api terus meluas karena didorong oleh angin kencang di ketinggian.
Kendala utama yang dihadapi oleh tim pemadam kebakaran adalah topografi wilayah yang sangat curam dan terjal. Akses jalan yang tidak memadai bagi armada mobil pemadam memaksa petugas untuk mendaki jalan setapak sambil membawa peralatan pompa portabel. Medan yang berat ini memperlambat respon tim dalam memutus rantai penyebaran api ke area hutan lindung.
Selain faktor geografis, terbatasnya sumber air di lokasi kejadian menjadi tantangan tambahan bagi personel gabungan BPBD, TNI, dan Polri. Saat ini, skema pemadaman dilakukan secara manual dengan membuat parit pembatas agar api tidak merambat lebih jauh. Koordinasi untuk pengerahan helikopter water bombing juga tengah diupayakan jika kondisi angin memungkinkan untuk operasi udara.
Masyarakat di sekitar lereng diminta untuk tetap siaga terhadap potensi gangguan pernapasan akibat asap yang mulai turun ke lembah. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa dalam musibah ini, namun kerugian ekologis diperkirakan cukup besar. Informasi terkini mengenai upaya pemadaman karhutla ini ditulis ulang oleh GlobalSiar.












