SUKABUMI, GLOBALSIAR.COM (19 OKTOBER 2026) – Hasil uji laboratorium terhadap sampel peralatan makan di Satuan Pelayanan Pemeliharaan Gizi (SPPG) Sukabumi secara mengejutkan menunjukkan adanya kontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli). Temuan ini menjadi titik terang dalam penyelidikan penyebab keracunan massal yang baru-baru ini terjadi di lingkungan tersebut. Petugas kesehatan menemukan residu bakteri berbahaya tersebut menempel pada berbagai peralatan makan yang digunakan oleh para penghuni dan siswa.
Investigasi yang dilakukan oleh tim medis dan ahli sanitasi menyasar berbagai aspek, mulai dari kebersihan dapur hingga alat makan seperti sendok, piring, dan gelas. Berdasarkan data teknis, keberadaan bakteri E. coli pada peralatan makan merupakan indikator kuat adanya masalah pada kualitas air yang digunakan untuk mencuci atau prosedur pembersihan yang tidak memenuhi standar kesehatan. Bakteri ini dikenal luas sebagai penyebab gangguan pencernaan serius jika masuk ke dalam sistem tubuh manusia.
Dinas Kesehatan setempat kini tengah memperluas jangkauan pemeriksaan dengan melakukan audit terhadap sumber mata air dan proses pengolahan makanan di fasilitas tersebut. Langkah ini diambil guna memastikan apakah kontaminasi terjadi secara sistemik atau hanya pada permukaan alat makan akibat proses pengeringan yang tidak higienis. Pihak pengelola SPPG Sukabumi juga diminta untuk segera melakukan sterilisasi menyeluruh terhadap seluruh fasilitas dapur guna mencegah risiko penyebaran bakteri lebih lanjut.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap standar operasional prosedur (SOP) penyajian makanan di setiap institusi pelayanan publik. Masyarakat diimbau untuk selalu memastikan kebersihan peralatan makan secara mandiri sebagai langkah preventif tambahan. Laporan mengenai tindak lanjut penanganan kontaminasi bakteri di fasilitas publik ini disusun kembali oleh GlobalSiar.












