Zhoumi Super Junior-M Ditunjuk sebagai CEO Perusahaan Gabungan SM-TME Mengintip Replika Tembok Konstantinopel di Balik Layar Serial Mehmed: Fetihler Sultanı Undertale: The Determination Symphony Hadir di Jakarta 11 Oktober 2026 Ekonom: Kerja Sama Indonesia-Rusia Positif untuk Perluasan Ekspor Vicky Shu Akui Hobi Berdagang, Tak Gengsi Cari Job hingga Jualan di Media Sosial IU Siap Rilis Karya Baru pada September 2026, Rilis Video Teaser

Headline

Bermula dari Candaan, Kasus Pelecehan Anak di Tempat Mengaji Kukar Terungkap, 11 Korban Diperiksa

badge-check


					Bermula dari Candaan, Kasus Pelecehan Anak di Tempat Mengaji Kukar Terungkap, 11 Korban Diperiksa Perbesar

GlobalSiar.com – Sebuah kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak di Kukar, Kalimantan Timur, terbongkar dari hal sederhana: candaan anak-anak. Awalnya tidak ada yang curiga. Namun, percakapan ringan di antara mereka membuat seorang warga mulai gelisah.

Belakangan, satu per satu anak berani buka suara kepada keluarga. Hingga Senin (8/6/2026), polisi sudah memeriksa sedikitnya 11 anak sebagai korban.

Peristiwa di TPQ, Pelaku Suami Guru Ngaji

Agus Salim Abahan (51), salah satu ayah korban, mengaku baru tahu anaknya menjadi korban pada awal Mei 2026. Padahal, peristiwa itu diduga terjadi pada akhir November hingga Desember 2025. Lokasinya di tempat pengajian atau TPQ di Desa Perdana, Kecamatan Kembang Janggut.

“Itu kejadian di tempat pengajiannya dia. Dia dilecehkan sama suami guru ngajinya,” kata Agus.

Awal Mula Terungkap dari Ibu Kantin

Agus menceritakan awal mula kasus ini mencuat. Seorang ibu kantin di sekitar lokasi mengaji berbincang dengan korban. Ibu tersebut berniat memasukkan anaknya ke TPQ yang sama. Namun, jawaban korban membuatnya curiga.

Informasi itu akhirnya sampai ke keluarga. Setelah didesak dan diyakinkan, korban mulai menceritakan pengalamannya.

Korban Dipanggil, Diajak ke Kamar, Lalu Berontak

Korban mengaku awalnya dipanggil pelaku. Alasannya, meminta bantuan. Namun, setelah korban mendatangi, ia diduga dibawa masuk ke dalam rumah hingga ke sebuah kamar.

“Mau dibawa ke dalam kamar dia berontak, tapi namanya anak-anak dipegang erat. Langsung dimasukkan ke kamar,” ujar Agus.

Keluhan Fisik Setelah Kejadian

Agus mengatakan keluarga mulai menyadari perubahan pada anaknya setelah kejadian. Korban kerap mengeluhkan rasa sakit saat buang air kecil maupun ketika jongkok. Namun, saat itu keluarga tidak mengetahui penyebabnya.

“Dia ngeluh, ‘Pak, saya kalau jongkok sakit, kalau kencing sakit’,” kata Agus.

Polisi kini masih mendalami kasus ini. Para korban terus dimintai keterangan. Pelaku diduga kuat suami guru ngaji di TPQ setempat.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Zhoumi Super Junior-M Ditunjuk sebagai CEO Perusahaan Gabungan SM-TME

6 September 2026 - 07:00 WIB

Undertale: The Determination Symphony Hadir di Jakarta 11 Oktober 2026

5 September 2026 - 07:00 WIB

Danantara Dorong Transformasi Menyeluruh Rumah Sakit BUMN di Bawah IHC

4 September 2026 - 20:03 WIB

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Biofuel, Hidrogen, hingga Konservasi Lewat Enam Kesepakatan

4 September 2026 - 19:30 WIB

Filep Wamafma Desak Transparansi Pengelolaan PI 10 Persen BP Tangguh di Papua Barat

4 September 2026 - 18:05 WIB

Trending di Ekonomi & Bisnis