Zhoumi Super Junior-M Ditunjuk sebagai CEO Perusahaan Gabungan SM-TME Mengintip Replika Tembok Konstantinopel di Balik Layar Serial Mehmed: Fetihler Sultanı Undertale: The Determination Symphony Hadir di Jakarta 11 Oktober 2026 Ekonom: Kerja Sama Indonesia-Rusia Positif untuk Perluasan Ekspor Vicky Shu Akui Hobi Berdagang, Tak Gengsi Cari Job hingga Jualan di Media Sosial IU Siap Rilis Karya Baru pada September 2026, Rilis Video Teaser

Headline

Klaim Gubernur Bohong? Pulau Sampah Muara Angke Masih Ada, Nelayan Pasrah Jalur Kapal Kandas Terus

badge-check


					Klaim Gubernur Bohong? Pulau Sampah Muara Angke Masih Ada, Nelayan Pasrah Jalur Kapal Kandas Terus Perbesar

GlobalSiar.com – Tumpukan sampah raksasa di Muara Angke, Jakarta Utara, masih belum sepenuhnya bersih. Padahal, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya mengklaim titik tersebut sudah selesai ditangani. Pantauan Kompas.com pada Senin (8/6/2026) pukul 10.00 WIB membuktikan sebaliknya.

Aktivitas pembersihan masih berlangsung. Satu unit excavator dan sejumlah petugas Dinas Lingkungan Hidup masih berada di atas tumpukan sampah. Mereka mengenakan baju oranye dan hijau, mengais sampah lalu memasukkannya ke karung putih.

“Pulau” Sampah Mengecil, Tapi Belum Tuntas

Tumpukan sampah yang sempat viral karena menyerupai “pulau” itu kini sudah jauh mengecil. Panjangnya tinggal sekitar 10 meter. Namun, sampah seperti bungkus plastik dan kayu masih menyangkut di sedimentasi lumpur.

Proses pembersihan belum rampung sepenuhnya.

Nelayan: Jalur Keluar Kapal Makin Sempit

Para nelayan di Kali Adem mengeluhkan hal berbeda. Mereka menyebut tumpukan sampah dan sedimentasi lumpur berada tepat di jalur keluar kapal. Kondisi ini semakin parah.

Ano (45), seorang nelayan, membandingkan dengan kondisi dulu. “Kalau dulu lebar. Biarpun hari ini kandas, besok lancar. Sekarang, kalau makin kandas ya kandas terus. Makin sempit, jalan kali jadi enggak lancar airnya,” tuturnya.

Ia mengaku kini hanya bisa pasrah. Ia menunggu tindakan nyata dari pemerintah.

“Cuma kalau di daerah Muara Angke ini emang susah, nanganinnya enggak bisa. Ya paling bisanya ya begini lah, hanya merata,” ujarnya.

Nelayan: Pengerukan Tak Sentuh Jalur Kapal

Nelayan lain, Yudi (bukan nama sebenarnya), menyoroti cara pengerukan yang selama ini dilakukan. Menurutnya, pengerukan jarang menyentuh bagian tengah muara. Padahal, di situlah jalur kapal para nelayan.

“Kita mah enggak perlu lebar, yang penting agak dalam aja gitu jalur. Jadi enak walaupun air kali kencang, kalau rada dalam kan enggak kandas baling-baling, enggak kena plastik di dasar,” kata Yudi.

Pemerintah Klaim Sudah Ditangani, Fakta di Lapangan Berbeda

Sebelumnya, Gubernur Pramono Anung menyebut proses penanganan sampah di kawasan pesisir, termasuk Muara Angke, sudah dilakukan. Namun, fakta di lapangan menunjukkan masih banyak pekerjaan rumah. Tumpukan sampah dan sedimentasi lumpur masih menghantui para nelayan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Zhoumi Super Junior-M Ditunjuk sebagai CEO Perusahaan Gabungan SM-TME

6 September 2026 - 07:00 WIB

Undertale: The Determination Symphony Hadir di Jakarta 11 Oktober 2026

5 September 2026 - 07:00 WIB

Danantara Dorong Transformasi Menyeluruh Rumah Sakit BUMN di Bawah IHC

4 September 2026 - 20:03 WIB

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Biofuel, Hidrogen, hingga Konservasi Lewat Enam Kesepakatan

4 September 2026 - 19:30 WIB

Filep Wamafma Desak Transparansi Pengelolaan PI 10 Persen BP Tangguh di Papua Barat

4 September 2026 - 18:05 WIB

Trending di Ekonomi & Bisnis