Zhoumi Super Junior-M Ditunjuk sebagai CEO Perusahaan Gabungan SM-TME Mengintip Replika Tembok Konstantinopel di Balik Layar Serial Mehmed: Fetihler Sultanı Undertale: The Determination Symphony Hadir di Jakarta 11 Oktober 2026 Ekonom: Kerja Sama Indonesia-Rusia Positif untuk Perluasan Ekspor Vicky Shu Akui Hobi Berdagang, Tak Gengsi Cari Job hingga Jualan di Media Sosial IU Siap Rilis Karya Baru pada September 2026, Rilis Video Teaser

Headline

Warga Berau Panik? Gempa Filipina M 7,7 Picu Tsunami 20 cm di Biduk-biduk, BMKG Cabut Status

badge-check


					Warga Berau Panik? Gempa Filipina M 7,7 Picu Tsunami 20 cm di Biduk-biduk, BMKG Cabut Status Perbesar

GlobalSiar.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengakhiri peringatan dini tsunami di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Peringatan dicabut pada pukul 11.15 Wita, Senin (8/6/2026).

Peringatan tsunami sempat menyusul gempa bumi dahsyat. Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Mindanao, Filipina, pada pukul 06.37 WIB. Hasil pemodelan BMKG menunjukkan potensi tsunami yang menjalar ke sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Berau.

Tsunami Kecil Sempat Terpantau di Biduk-biduk

Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi, mengungkapkan fakta menarik. Warga di Kecamatan Biduk-biduk sempat melaporkan adanya kenaikan muka air laut. Fenomena ini terjadi sekitar pukul 10.30 Wita.

“Dari informasi masyarakat ada video kejadian tsunami di Biduk-biduk. Tingginya diperkirakan di bawah 30 sentimeter, sekitar 20 sentimeter,” kata Ade kepada Kompas.com.

Namun, kenaikan air laut ini tidak disertai getaran. Warga tidak merasakan guncangan. Aktivitas masyarakat pun tidak terganggu.

“Tidak ada getaran yang dirasakan warga saat kejadian tersebut,” ujarnya.

Status Peringatan Dicabut, Kondisi Tetap Terkendali

BMKG pusat kemudian mengevaluasi situasi. Karena tidak ditemukan dampak signifikan, status peringatan dini pun diakhiri. Berau dan seluruh wilayah terdampak lain kini aman.

“Jam 11.15 Wita sudah ada pengakhiran peringatan dini tsunami. Kita mengikuti arahan dari pusat,” kata Ade.

Dengan berakhirnya peringatan, masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Mereka sebelumnya diminta menjauhi pantai dan tepian sungai.

BMKG Imbau Pantau Informasi Resmi

Meski peringatan sudah dicabut, Ade mengimbau masyarakat tetap waspada. Selalu pantau informasi resmi dari BMKG jika terjadi gempa atau potensi bencana lain.

“Informasi bisa diakses melalui berbagai kanal yang kami sampaikan, baik media sosial maupun saluran informasi resmi lainnya,” katanya.

Gempa magnitudo 7,7 di Filipina sempat memicu kekhawatiran. Namun, tsunami yang terjadi hanya skala kecil (sekitar 20 cm) dan tidak merusak. Masyarakat Berau kini bisa bernapas lega.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Zhoumi Super Junior-M Ditunjuk sebagai CEO Perusahaan Gabungan SM-TME

6 September 2026 - 07:00 WIB

Undertale: The Determination Symphony Hadir di Jakarta 11 Oktober 2026

5 September 2026 - 07:00 WIB

Danantara Dorong Transformasi Menyeluruh Rumah Sakit BUMN di Bawah IHC

4 September 2026 - 20:03 WIB

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Biofuel, Hidrogen, hingga Konservasi Lewat Enam Kesepakatan

4 September 2026 - 19:30 WIB

Filep Wamafma Desak Transparansi Pengelolaan PI 10 Persen BP Tangguh di Papua Barat

4 September 2026 - 18:05 WIB

Trending di Ekonomi & Bisnis