BANDUNG, GLOBALSIAR.COM (23/10/2026) – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, akhirnya memberikan klarifikasi terkait ketidakhadirannya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang digelar di Sentul. Namanya sempat mencuri perhatian publik ketika Presiden Prabowo Subianto secara khusus menanyakan keberadaan sosok yang akrab disapa Kang Dedi tersebut di hadapan para peserta rapat.
Dedi menjelaskan bahwa alasan utama di balik absennya tersebut adalah komitmen kuat untuk tetap berada di tengah masyarakat Jawa Barat guna menjalankan agenda kampanye yang telah dijadwalkan sebelumnya. Ia menegaskan bahwa menyerap aspirasi warga di pelosok desa merupakan prioritas utama dalam upayanya memenangkan kontestasi Pilkada Jawa Barat, sehingga ia memilih untuk tetap terjun langsung ke lapangan.
Meskipun tidak hadir secara fisik dalam pertemuan penting tersebut, mantan Bupati Purwakarta ini memandang pertanyaan yang dilontarkan Presiden Prabowo sebagai sebuah bentuk perhatian besar. Bagi Dedi, dicari oleh orang nomor satu di Indonesia merupakan sebuah kehormatan sekaligus motivasi tambahan untuk terus bekerja keras demi kepentingan rakyat di wilayah Jawa Barat yang sedang ia perjuangkan.
Fokus pada dialog intensif dengan warga di daerah terpencil dianggap sebagai strategi krusial untuk memastikan seluruh visi dan misinya tersampaikan dengan baik sebelum hari pemungutan suara tiba. Dedi meyakini bahwa kedekatan emosional dengan konstituen adalah kunci utama dalam membangun Jawa Barat ke arah yang lebih baik.
Ke depannya, Dedi Mulyadi berkomitmen untuk menyelaraskan langkah dengan pemerintah pusat apabila nantinya dipercaya memimpin Jawa Barat. Sinergi antara daerah dan pusat menjadi landasan penting bagi Dedi untuk mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan di provinsi dengan populasi terbesar di Indonesia tersebut, laporan ini diproduksi ulang oleh GlobalSiar.














