Kontroversi Usulan Luhut Mengenai Revisi Pasal Kerugian Negara dalam UU Tipikor Polemik Tahta Solo: Tedjowulan Enggan Akui Dua Raja Keraton Operasi Imigrasi di Kalibata City, 45 Warga Negara Asing Diamankan Petugas KPK Geledah Kantor BPK Jateng, Sita Uang Ratusan Juta Rupiah Terkait Korupsi Alasan Dedi Mulyadi Absen Saat Dicari Prabowo Subianto di Rakornas Polisi Gerebek 2 Pabrik Obat Ilegal di Sukoharjo, 25 Juta Butir Pil Disita

Headline

Alasan Dedi Mulyadi Absen Saat Dicari Prabowo Subianto di Rakornas

badge-check


					(Dok. KOMPAS.com/Faqih Rohman Syafei) Perbesar

(Dok. KOMPAS.com/Faqih Rohman Syafei)

BANDUNG, GLOBALSIAR.COM (23/10/2026) – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, akhirnya memberikan klarifikasi terkait ketidakhadirannya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang digelar di Sentul. Namanya sempat mencuri perhatian publik ketika Presiden Prabowo Subianto secara khusus menanyakan keberadaan sosok yang akrab disapa Kang Dedi tersebut di hadapan para peserta rapat.

Dedi menjelaskan bahwa alasan utama di balik absennya tersebut adalah komitmen kuat untuk tetap berada di tengah masyarakat Jawa Barat guna menjalankan agenda kampanye yang telah dijadwalkan sebelumnya. Ia menegaskan bahwa menyerap aspirasi warga di pelosok desa merupakan prioritas utama dalam upayanya memenangkan kontestasi Pilkada Jawa Barat, sehingga ia memilih untuk tetap terjun langsung ke lapangan.

Meskipun tidak hadir secara fisik dalam pertemuan penting tersebut, mantan Bupati Purwakarta ini memandang pertanyaan yang dilontarkan Presiden Prabowo sebagai sebuah bentuk perhatian besar. Bagi Dedi, dicari oleh orang nomor satu di Indonesia merupakan sebuah kehormatan sekaligus motivasi tambahan untuk terus bekerja keras demi kepentingan rakyat di wilayah Jawa Barat yang sedang ia perjuangkan.

Fokus pada dialog intensif dengan warga di daerah terpencil dianggap sebagai strategi krusial untuk memastikan seluruh visi dan misinya tersampaikan dengan baik sebelum hari pemungutan suara tiba. Dedi meyakini bahwa kedekatan emosional dengan konstituen adalah kunci utama dalam membangun Jawa Barat ke arah yang lebih baik.

Ke depannya, Dedi Mulyadi berkomitmen untuk menyelaraskan langkah dengan pemerintah pusat apabila nantinya dipercaya memimpin Jawa Barat. Sinergi antara daerah dan pusat menjadi landasan penting bagi Dedi untuk mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan di provinsi dengan populasi terbesar di Indonesia tersebut, laporan ini diproduksi ulang oleh GlobalSiar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kontroversi Usulan Luhut Mengenai Revisi Pasal Kerugian Negara dalam UU Tipikor

23 Oktober 2026 - 10:21 WIB

Polemik Tahta Solo: Tedjowulan Enggan Akui Dua Raja Keraton

23 Oktober 2026 - 10:18 WIB

Operasi Imigrasi di Kalibata City, 45 Warga Negara Asing Diamankan Petugas

23 Oktober 2026 - 10:16 WIB

KPK Geledah Kantor BPK Jateng, Sita Uang Ratusan Juta Rupiah Terkait Korupsi

23 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Polisi Gerebek 2 Pabrik Obat Ilegal di Sukoharjo, 25 Juta Butir Pil Disita

22 Oktober 2026 - 23:06 WIB

Trending di Headline