Bebas Penjara, Indra Kenz Mengaku Kini Tak Punya Rumah Lagi Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Terkait Kasus Kematian Sutrimo Aksi Perampokan di Karawang: Uang Rp 1,3 Miliar Milik WNA Raib Dibawa Kabur Komplotan BNPB Ungkap Karhutla di 6 Provinsi Prioritas Menurun Drastis, Tersisa 96 Hektar Aparat Bubarkan Aksi Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Kampus USTJ Jayapura Aktivitas Tambang Ilegal di Sangihe Diduga Keruk Emas Senilai Rp 200 Miliar

Headline

Prabowo Instruksikan BRIN Perkuat Riset Deteksi Narkoba Murah dan Antisipasi Vape

badge-check


					(ANTARA) Perbesar

(ANTARA)

JAKARTA, GLOBALSIAR.COM (30 SEPTEMBER 2026) – Presiden Prabowo Subianto secara resmi memberikan mandat kepada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkuat basis penelitian dalam upaya penanggulangan narkotika di Indonesia. Instruksi ini menekankan pada pengembangan inovasi teknologi yang mampu mendeteksi keberadaan zat terlarang secara cepat dan efisien. Langkah strategis tersebut diambil sebagai respon atas semakin kompleksnya tantangan peredaran gelap narkoba yang mengancam ketahanan nasional dan kualitas generasi mendatang.

Fokus utama dari riset ini mencakup penciptaan alat deteksi narkoba dengan biaya produksi yang terjangkau agar dapat diimplementasikan secara luas di berbagai lapisan masyarakat. Prabowo menegaskan pentingnya kemandirian teknologi dalam negeri sehingga Indonesia tidak lagi bergantung sepenuhnya pada perangkat impor yang berbiaya tinggi. Dengan tersedianya alat deteksi yang murah namun akurat, pengawasan di area publik, institusi pendidikan, hingga pintu masuk wilayah perbatasan diharapkan dapat dilakukan secara lebih masif dan sistematis.

Selain pengembangan perangkat keras, BRIN juga diminta untuk mendalami fenomena peredaran narkotika jenis baru, termasuk tren penyalahgunaan cairan rokok elektrik atau vape sebagai media distribusi zat adiktif. Fenomena liquid narkoba ini menjadi perhatian khusus karena modusnya yang cukup samar dan sulit dideteksi dengan metode konvensional. Melalui pendekatan sains, pemerintah berharap dapat memetakan struktur kimia zat-zat baru tersebut guna menyusun protokol pencegahan dan penindakan yang lebih efektif di lapangan.

Implementasi instruksi ini nantinya akan melibatkan kolaborasi erat antara peneliti BRIN dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) serta berbagai instansi keamanan terkait lainnya. Sinergi ini bertujuan untuk memastikan setiap produk riset memiliki relevansi operasional yang tinggi dan didukung oleh data yang valid untuk penguatan kebijakan publik. Laporan mengenai penguatan riset nasional dalam menghadapi ancaman narkotika ini disusun kembali oleh GlobalSiar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bebas Penjara, Indra Kenz Mengaku Kini Tak Punya Rumah Lagi

30 September 2026 - 23:06 WIB

Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Terkait Kasus Kematian Sutrimo

30 September 2026 - 23:03 WIB

Aksi Perampokan di Karawang: Uang Rp 1,3 Miliar Milik WNA Raib Dibawa Kabur Komplotan

30 September 2026 - 23:00 WIB

BNPB Ungkap Karhutla di 6 Provinsi Prioritas Menurun Drastis, Tersisa 96 Hektar

30 September 2026 - 20:03 WIB

Aparat Bubarkan Aksi Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Kampus USTJ Jayapura

30 September 2026 - 20:00 WIB

Trending di Headline