OKI, GLOBALSIAR.COM (23 SEPTEMBER 2026) – Pihak keluarga dari aparatur sipil negara (ASN) di Ogan Komering Ilir yang menjadi korban penikaman oleh istrinya sendiri memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan informasi yang beredar. Mereka secara tegas membantah spekulasi bahwa insiden berdarah tersebut dipicu oleh perselisihan terkait biaya sekolah atau nafkah anak. Keluarga menyatakan bahwa narasi mengenai kesulitan ekonomi atau kelalaian korban dalam membiayai anak adalah tidak benar.
Berdasarkan keterangan perwakilan keluarga, korban selama ini dikenal sebagai sosok kepala keluarga yang sangat bertanggung jawab dan konsisten dalam memenuhi seluruh kebutuhan pendidikan ketiga buah hatinya. Pihak keluarga merasa perlu meluruskan asumsi publik agar nama baik korban tetap terjaga, mengingat selama hidupnya korban selalu mengutamakan kesejahteraan istri dan anak-anaknya tanpa pernah mengeluhkan beban finansial tersebut.
Lebih lanjut, keluarga mengungkapkan bahwa situasi rumah tangga korban sering kali diwarnai oleh sikap pelaku yang temperamental. Menurut pengakuan mereka, tindakan kekerasan yang dilakukan sang istri bukan merupakan reaksi dari sebuah perdebatan masalah uang, melainkan diduga berkaitan dengan kondisi emosional pelaku yang tidak stabil. Keluarga berharap fakta-fakta internal ini dapat menjadi pertimbangan dalam proses penyelidikan yang sedang berlangsung.
Saat ini kepolisian setempat masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mengungkap kronologi kejadian secara menyeluruh dan memastikan motif di balik tindakan nekat pelaku. Pihak keluarga menyatakan akan kooperatif dalam membantu aparat penegak hukum guna mendapatkan keadilan bagi almarhum. Laporan mendalam mengenai peristiwa ini disusun kembali oleh tim redaksi GlobalSiar.












