BANTUL, GLOBALSIAR.COM (15 SEPTEMBER 2026) – Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul secara resmi mengumumkan hasil investigasi laboratorium terkait insiden keracunan massal yang menimpa puluhan siswa dalam uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan pemeriksaan sampel makanan, petugas menemukan keberadaan bakteri Bacillus sp. yang terkonsentrasi pada lauk jenis galantin yang disajikan kepada para peserta didik.
Selain kontaminasi pada makanan padat, hasil uji laboratorium juga menunjukkan adanya cemaran bakteri E. coli pada sumber air yang digunakan oleh pihak penyedia jasa boga di lokasi pengolahan. Temuan ini mengindikasikan adanya masalah serius pada standar higienitas, baik dari aspek bahan baku maupun proses sanitasi selama penyiapan konsumsi untuk program strategis pemerintah tersebut.
Otoritas kesehatan setempat menjelaskan bahwa bakteri Bacillus sp. sering kali berkembang pada makanan yang tidak disimpan dalam suhu yang tepat setelah proses pemasakan. Kondisi ini diperparah dengan kualitas air yang tidak memenuhi syarat kesehatan, sehingga memicu reaksi keracunan makanan secara massal bagi mereka yang mengonsumsinya. Dinas Kesehatan kini tengah melakukan pembinaan intensif kepada vendor terkait guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Pemerintah Kabupaten Bantul berkomitmen untuk memperketat pengawasan terhadap rantai pasok dan prosedur operasional standar bagi seluruh katering yang terlibat dalam simulasi MBG ke depannya. Langkah mitigasi ini diambil untuk memastikan keamanan pangan bagi anak-anak sekolah tetap menjadi prioritas utama di tengah rencana perluasan program nasional ini. Laporan ini disusun kembali oleh tim redaksi GlobalSiar.












