Pria di Bangkalan Tertipu Imam Mahdi Gadungan Hingga Rp 1,3 Miliar PDI-P Tegas Tolak Usulan Luhut Soal Penghapusan Unsur Kerugian Negara dalam Korupsi Dishut Sumbar Ungkap Status Lahan Sawit di Lokasi Bekas Karhutla Dharmasraya Prabowo Subianto Soroti Sindiran Negara Asing Mengenai Isu Karhutla di Indonesia Jaksa Resmi Tolak Pembelaan Nurman Herin Terkait Klaim Intervensi Penyidik Jet Tempur Mirage 2000D Militer Prancis Jatuh, Satu Pilot Gugur dalam Tugas

Pendidikan

Puluhan Santri di Sidoarjo Dilarikan ke Rumah Sakit Akibat Keracunan Program Makan Bergizi Gratis

badge-check


					(KOMPAS.com/AZWA SAFRINA) Perbesar

(KOMPAS.com/AZWA SAFRINA)

SIDOARJO, GLOBALSIAR.COM (2 SEPTEMBER 2026) – Insiden keracunan massal melanda sebuah pondok pesantren di Sidoarjo setelah para santri mengonsumsi paket dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 35 santri tambahan dilaporkan harus segera dilarikan ke rumah sakit karena kondisi kesehatan yang memburuk secara mendadak. Penambahan jumlah pasien ini meningkatkan total korban secara signifikan dari data yang dilaporkan sebelumnya oleh otoritas kesehatan setempat.

Para santri yang terdampak menunjukkan gejala medis serupa seperti mual, muntah yang intens, serta pusing hebat beberapa jam setelah menyantap menu makanan yang disediakan dalam program tersebut. Tim medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan beberapa fasilitas kesehatan di Sidoarjo terus bersiaga memberikan penanganan intensif bagi para korban agar tidak terjadi komplikasi lebih lanjut. Fokus utama tenaga medis saat ini adalah stabilisasi kondisi cairan para santri yang masih dalam perawatan.

Menanggapi situasi darurat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo bersama aparat kepolisian telah bergerak cepat dengan mengamankan sampel sisa makanan untuk dilakukan uji laboratorium secara mendalam. Investigasi kini difokuskan pada rantai proses pengolahan serta distribusi makanan guna menemukan sumber kontaminasi yang memicu reaksi keracunan. Penyelidikan ini sangat krusial untuk memastikan apakah terdapat kelalaian dalam prosedur sanitasi atau faktor eksternal lainnya yang menjadi penyebab utama.

Meskipun situasi berangsur terkendali, pengawasan terhadap program distribusi makanan di lingkungan institusi pendidikan kini diperketat guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. Pihak berwenang berkomitmen untuk memberikan keterangan transparan kepada publik segera setelah hasil resmi uji laboratorium dirilis. Laporan terkait perkembangan kondisi kesehatan santri ini disusun kembali oleh tim redaksi GlobalSiar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pria di Bangkalan Tertipu Imam Mahdi Gadungan Hingga Rp 1,3 Miliar

21 Oktober 2026 - 23:06 WIB

PDI-P Tegas Tolak Usulan Luhut Soal Penghapusan Unsur Kerugian Negara dalam Korupsi

21 Oktober 2026 - 23:03 WIB

Dishut Sumbar Ungkap Status Lahan Sawit di Lokasi Bekas Karhutla Dharmasraya

21 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Prabowo Subianto Soroti Sindiran Negara Asing Mengenai Isu Karhutla di Indonesia

21 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Jaksa Resmi Tolak Pembelaan Nurman Herin Terkait Klaim Intervensi Penyidik

21 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Trending di Headline