SIDOARJO, GLOBALSIAR.COM (2 SEPTEMBER 2026) – Insiden keracunan massal melanda sebuah pondok pesantren di Sidoarjo setelah para santri mengonsumsi paket dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 35 santri tambahan dilaporkan harus segera dilarikan ke rumah sakit karena kondisi kesehatan yang memburuk secara mendadak. Penambahan jumlah pasien ini meningkatkan total korban secara signifikan dari data yang dilaporkan sebelumnya oleh otoritas kesehatan setempat.
Para santri yang terdampak menunjukkan gejala medis serupa seperti mual, muntah yang intens, serta pusing hebat beberapa jam setelah menyantap menu makanan yang disediakan dalam program tersebut. Tim medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan beberapa fasilitas kesehatan di Sidoarjo terus bersiaga memberikan penanganan intensif bagi para korban agar tidak terjadi komplikasi lebih lanjut. Fokus utama tenaga medis saat ini adalah stabilisasi kondisi cairan para santri yang masih dalam perawatan.
Menanggapi situasi darurat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo bersama aparat kepolisian telah bergerak cepat dengan mengamankan sampel sisa makanan untuk dilakukan uji laboratorium secara mendalam. Investigasi kini difokuskan pada rantai proses pengolahan serta distribusi makanan guna menemukan sumber kontaminasi yang memicu reaksi keracunan. Penyelidikan ini sangat krusial untuk memastikan apakah terdapat kelalaian dalam prosedur sanitasi atau faktor eksternal lainnya yang menjadi penyebab utama.
Meskipun situasi berangsur terkendali, pengawasan terhadap program distribusi makanan di lingkungan institusi pendidikan kini diperketat guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. Pihak berwenang berkomitmen untuk memberikan keterangan transparan kepada publik segera setelah hasil resmi uji laboratorium dirilis. Laporan terkait perkembangan kondisi kesehatan santri ini disusun kembali oleh tim redaksi GlobalSiar.
















