MATARAM, GLOBALSIAR.COM (26 SEPTEMBER 2026) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau rob yang diprediksi akan melanda wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Fenomena alam ini diperkirakan berlangsung mulai tanggal 26 hingga 30 September 2026 akibat adanya fase bulan purnama yang menyebabkan peningkatan tinggi pasang air laut secara signifikan di sejumlah titik strategis.
Berdasarkan data pantauan maritim, ketinggian pasang air laut di wilayah pesisir NTB diproyeksikan dapat mencapai puncaknya hingga 1,9 meter. Kondisi tersebut dipicu oleh fenomena perigee, yaitu kondisi di mana posisi bulan berada pada titik terdekat dengan bumi, sehingga daya tarik gravitasinya berdampak langsung pada kenaikan volume air laut. Wilayah yang diminta meningkatkan kewaspadaan meliputi pesisir Bima, Dompu, hingga kawasan pelabuhan di Mataram dan Lembar.
Dampak dari kenaikan permukaan air laut ini berpotensi mengganggu berbagai lini aktivitas masyarakat, terutama di kawasan pelabuhan dan pemukiman pesisir. Sektor yang diprediksi terdampak meliputi kegiatan bongkar muat logistik, operasional transportasi laut, hingga produktivitas petani garam serta pelaku perikanan darat. Masyarakat diimbau untuk melakukan langkah mitigasi mandiri guna mengantisipasi genangan yang mungkin masuk ke area pemukiman saat mencapai jam pasang maksimum.
Pihak BMKG terus menyarankan agar warga memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan selama periode peringatan berlangsung. Sinergi antara pemerintah daerah dan instansi terkait juga diperkuat guna memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi dampak fenomena alam ini di lapangan. Laporan mengenai kewaspadaan bencana pesisir di wilayah NTB ini disusun kembali oleh GlobalSiar.












