LOMBOK TENGAH, GLOBALSIAR.COM (31/08/2026) – Masyarakat Desa Adat Sade di Kabupaten Lombok Tengah mulai mengambil langkah konkret untuk memulihkan puluhan bangunan tradisional yang mengalami kerusakan serius. Tanpa menunggu kepastian pencairan dana bantuan dari pemerintah, warga setempat sepakat untuk memulai prosesi penanaman tiang pertama bagi sekitar 75 unit rumah adat atau bale. Keputusan ini diambil sebagai bentuk kemandirian sekaligus upaya menjaga kelestarian warisan budaya yang menjadi ikon pariwisata di Nusa Tenggara Barat.
Proses pembangunan kembali ini dilakukan secara swadaya mengingat kondisi rumah-rumah tersebut yang sudah tidak layak huni akibat faktor usia maupun dampak cuaca ekstrem. Tokoh masyarakat setempat menekankan bahwa kebutuhan akan tempat tinggal yang aman dan representatif sangat mendesak, sehingga inisiatif lokal menjadi jalan keluar utama di tengah ketidakpastian anggaran bantuan. Pengerjaan struktur bangunan ini tetap dilakukan dengan mempertahankan arsitektur asli yang menggunakan material alam seperti bambu, kayu, dan atap alang-alang.
Semangat gotong royong menjadi pilar utama dalam proyek renovasi besar-besaran di lingkungan adat tersebut. Setiap warga bahu-membahu menyumbangkan tenaga dan sumber daya yang mereka miliki untuk mempercepat proses konstruksi fisik. Meskipun biaya yang dibutuhkan secara kolektif tergolong besar, masyarakat Desa Sade berkomitmen penuh agar identitas arsitektur leluhur mereka tetap tegak berdiri tanpa harus bergantung sepenuhnya pada proses birokrasi pemerintah.
Selain sebagai tempat tinggal bagi masyarakat, keberadaan bale-bale ini memiliki fungsi vital bagi keberlangsungan sektor pariwisata daerah yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi warga. Dengan dimulainya tahap penanaman tiang ini, diharapkan daya tarik Desa Adat Sade sebagai destinasi wisata budaya tetap terjaga dan mampu menyambut wisatawan dalam kondisi lingkungan yang lebih tertata. Laporan mengenai inisiatif kemandirian warga ini disusun kembali oleh GlobalSiar.
















