Zhoumi Super Junior-M Ditunjuk sebagai CEO Perusahaan Gabungan SM-TME Mengintip Replika Tembok Konstantinopel di Balik Layar Serial Mehmed: Fetihler Sultanı Undertale: The Determination Symphony Hadir di Jakarta 11 Oktober 2026 Ekonom: Kerja Sama Indonesia-Rusia Positif untuk Perluasan Ekspor Vicky Shu Akui Hobi Berdagang, Tak Gengsi Cari Job hingga Jualan di Media Sosial IU Siap Rilis Karya Baru pada September 2026, Rilis Video Teaser

Headline

Trump Sebut AS Capai “Kesepakatan Minyak Terbesar” dengan Venezuela

badge-check


					Trump Sebut AS Capai “Kesepakatan Minyak Terbesar” dengan Venezuela Perbesar

Arsip foto – Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Sumber : (ANTARA/Anadolu)

JAKARTA (GLOBALSIAR) – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa AS telah mencapai kesepakatan minyak bersejarah dengan  Venezuela, yang disebutnya sebagai “kesepakatan minyak terbesar dalam sejarah dunia”.

Dalam unggahan di media sosial Truth Social pada Jumat (28/8), Trump menyatakan bahwa melalui kemitraan dengan bisnis swasta, AS mengamankan kendali mayoritas atas lebih dari 65 miliar barel cadangan minyak terbukti di Venezuela tanpa biaya bagi pembayar pajak AS . Menurut Trump, kesepakatan ini “lebih dari dua kali lipat” cadangan minyak AS, akan meningkatkan pasokan minyak, dan menurunkan harga bensin bagi warga AS dalam jangka panjang.

Trump menyebut Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth terlibat dalam negosiasi bersama Presiden Interim Venezuela Delcy Rodriguez. Pemerintahan Rodriguez mengonfirmasi kesepakatan tersebut, yang melibatkan pengembangan 17 ladang minyak dengan potensi terbukti 65 miliar barel. Rodriguez memprediksi kesepakatan itu akan menarik investasi hampir 100 miliar dolar AS ke industri minyak Venezuela dan menghasilkan lebih dari 209 miliar dolar AS dalam bentuk pajak untuk Caracas.

Menteri Luar Negeri Rubio menggambarkan kesepakatan itu sebagai kemenangan besar bagi kedua negara, yang akan mengamankan pasokan minyak berbiaya rendah bagi AS dan mendorong pembangunan kembali ekonomi Venezuela . Seorang pejabat AS yang mengetahui seluk-beluk kesepakatan mengatakan, Rodriguez memberikan hak kepada perusahaan swasta baru untuk mengembangkan ladang minyak tersebut selama 100 tahun, dengan AS memperoleh 55% dari hasil produksi efektif.

Pengumuman ini muncul hampir sembilan bulan setelah operasi militer AS yang menggulingkan dan menangkap Presiden Venezuela saat itu, Nicolas Maduro, untuk menghadapi tuduhan di AS. Kesepakatan ini juga terjadi di tengah tekanan Trump untuk mengatasi harga bensin yang tinggi akibat perang dengan Iran yang menghambat aliran minyak melalui Selat Hormuz. Harga rata-rata bensin di AS pada Jumat mencapai sekitar $4,09 per galon, meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski demikian, para ahli memperingatkan bahwa peningkatan produksi minyak Venezuela yang substansial tidak akan terjadi dengan cepat karena perbaikan infrastruktur membutuhkan waktu bertahun-tahun. Venezuela memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, namun produksinya saat ini hanya sekitar 1,25 juta barel per hari, jauh di bawah potensinya setelah bertahun-tahun mengalami kekurangan investasi dan sanksi.

[Red/ Valda]

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Zhoumi Super Junior-M Ditunjuk sebagai CEO Perusahaan Gabungan SM-TME

6 September 2026 - 07:00 WIB

Mengintip Replika Tembok Konstantinopel di Balik Layar Serial Mehmed: Fetihler Sultanı

5 September 2026 - 13:00 WIB

Undertale: The Determination Symphony Hadir di Jakarta 11 Oktober 2026

5 September 2026 - 07:00 WIB

Ekonom: Kerja Sama Indonesia-Rusia Positif untuk Perluasan Ekspor

5 September 2026 - 03:00 WIB

Vicky Shu Akui Hobi Berdagang, Tak Gengsi Cari Job hingga Jualan di Media Sosial

4 September 2026 - 22:37 WIB

Trending di Entertainment