Peneliti Belgia dan AS Raih Nobel Fisika 2026 Berkat Partikel Hantu Transformasi Embung Doho Wonogiri: Dari Infrastruktur Irigasi Menuju Destinasi Wisata Lokal Bawaslu dan KPU Solo Berikan Penjelasan Terkait Legalitas Gibran di Pilkada 2020 Okupansi Hotel di Mandalika Capai 100 Persen Jelang MotoGP 2026 Indonesia Segera Sambut Kedatangan Jet Tempur J-10CE dari China dalam Enam Bulan Tantangan Berat Lulusan Baru: Realita Sulitnya Mencari Kerja di Jakarta

Headline

Transformasi Embung Doho Wonogiri: Dari Infrastruktur Irigasi Menuju Destinasi Wisata Lokal

badge-check


					(KOMPAS.com/ Bambang P. Jatmiko) Perbesar

(KOMPAS.com/ Bambang P. Jatmiko)

WONOGIRI, GLOBALSIAR.COM (8 Oktober 2026) – Embung Doho yang terletak di Desa Doho, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, kini tidak lagi sekadar berfungsi sebagai penampung air untuk kebutuhan pertanian. Infrastruktur yang awalnya dibangun untuk mengatasi kendala irigasi saat musim kemarau tersebut telah bertransformasi menjadi salah satu destinasi wisata lokal yang menarik minat pengunjung dari berbagai daerah. Perubahan fungsi ini memberikan warna baru bagi tata kelola sumber daya air di wilayah tersebut.

Keberadaan embung ini tetap menjalankan peran vitalnya dalam mendukung produktivitas lahan pertanian masyarakat sekitar secara berkelanjutan. Dengan kapasitas tampung yang memadai, para petani di Desa Doho kini memiliki jaminan pasokan air yang lebih stabil meskipun saat cuaca ekstrem melanda. Pemanfaatan air yang terukur ini terbukti mampu menjaga stabilitas sektor agraris yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi utama bagi warga setempat.

Seiring dengan meningkatnya arus kunjungan wisatawan, berbagai fasilitas pendukung di sekitar kawasan Embung Doho mulai dikembangkan secara bertahap. Kawasan ini sekarang dilengkapi dengan area bersantai, jalur pejalan kaki yang nyaman, serta deretan unit usaha kuliner yang dikelola langsung oleh penduduk desa. Keindahan panorama alam perbukitan yang mengelilingi embung menjadi daya tarik utama bagi para pelancong yang mencari ketenangan di tengah suasana pedesaan yang asri.

Dampak positif dari transformasi ini mulai dirasakan secara nyata melalui pembukaan lapangan kerja baru dan peningkatan pendapatan asli desa (PADes). Sinergi antara fungsi ekologis sebagai penyimpan air dan fungsi ekonomi sebagai objek wisata diharapkan dapat menjadi percontohan bagi pengelolaan infrastruktur serupa di wilayah lainnya. Laporan mengenai pengembangan potensi desa melalui optimalisasi fungsi embung ini disusun kembali oleh GlobalSiar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peneliti Belgia dan AS Raih Nobel Fisika 2026 Berkat Partikel Hantu

8 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Bawaslu dan KPU Solo Berikan Penjelasan Terkait Legalitas Gibran di Pilkada 2020

8 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Okupansi Hotel di Mandalika Capai 100 Persen Jelang MotoGP 2026

8 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Indonesia Segera Sambut Kedatangan Jet Tempur J-10CE dari China dalam Enam Bulan

8 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Tantangan Berat Lulusan Baru: Realita Sulitnya Mencari Kerja di Jakarta

8 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Trending di Ekonomi & Bisnis