LAMPUNG, GLOBALSIAR.COM (20 OKTOBER 2026) – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) secara resmi menetapkan kenaikan status Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda menjadi Level III atau Siaga. Langkah ini diambil menyusul peningkatan aktivitas vulkanik yang terpantau cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir, sehingga otoritas menetapkan zona larangan bagi masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekati kawah aktif dalam radius lima kilometer. Ketetapan ini merupakan upaya preventif guna menghindari potensi bahaya letusan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan kegempaan, aktivitas gunung berapi tersebut menunjukkan fluktuasi yang perlu diwaspadai, termasuk adanya potensi lontaran material pijar serta hujan abu yang dapat menjangkau wilayah sekitarnya. Radius lima kilometer ditetapkan sebagai zona merah yang steril dari segala bentuk aktivitas manusia untuk menjamin keselamatan publik. PVMBG terus melakukan pemantauan intensif selama 24 jam untuk mendeteksi setiap perubahan aktivitas seismik maupun morfologi gunung yang terletak di perairan Selat Sunda ini.
Pemerintah daerah di wilayah Banten dan Lampung diminta untuk terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna mematangkan rencana kontigensi dan jalur evakuasi jika terjadi eskalasi status lebih lanjut. Masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir juga dihimbau untuk tetap tenang namun selalu waspada terhadap instruksi resmi yang dikeluarkan oleh otoritas penanggulangan bencana. Langkah sosialisasi mengenai batas aman terus diperluas agar tidak ada pihak yang melanggar zona berbahaya yang telah dipetakan oleh tim ahli.
Kedisiplinan semua pihak, termasuk nelayan dan pelaku industri pariwisata, sangat diharapkan untuk mematuhi rekomendasi teknis demi meminimalisir risiko yang tidak diinginkan di tengah kondisi alam yang dinamis. Pengawasan di jalur-jalur penyeberangan dan area sekitar cagar alam diperketat untuk memastikan protokol keselamatan dipatuhi sepenuhnya. Laporan perkembangan terkini mengenai kondisi vulkanik Gunung Anak Krakatau ini disusun kembali oleh GlobalSiar mengacu pada data faktual lembaga mitigasi bencana nasional.














