Bebas Penjara, Indra Kenz Mengaku Kini Tak Punya Rumah Lagi Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Terkait Kasus Kematian Sutrimo Aksi Perampokan di Karawang: Uang Rp 1,3 Miliar Milik WNA Raib Dibawa Kabur Komplotan BNPB Ungkap Karhutla di 6 Provinsi Prioritas Menurun Drastis, Tersisa 96 Hektar Aparat Bubarkan Aksi Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Kampus USTJ Jayapura Aktivitas Tambang Ilegal di Sangihe Diduga Keruk Emas Senilai Rp 200 Miliar

Headline

Spotify Chart Jakarta & Yogyakarta: Selera Musik yang Berbeda di Dua Kota

badge-check


					Spotify Chart Jakarta & Yogyakarta: Selera Musik yang Berbeda di Dua Kota Perbesar

Ilustrasi mendengarkan musik (magnific.com/freepik). Sumber : IDN TIMES

JAKARTA (GLOBALSIAR) – Selera musik pendengar Spotify di Indonesia menunjukkan keberagaman yang menarik, terutama jika dibandingkan antara kota besar seperti Jakarta dan kota budaya seperti Yogyakarta. Keduanya memiliki karakteristik dan preferensi musik yang berbeda, yang tercermin dalam daftar putar lokal dan tren streaming di masing-masing wilayah.

Di Jakarta, sebagai pusat metropolitan, preferensi musik cenderung lebih beragam dan terpengaruh oleh tren nasional serta internasional. Berdasarkan data Spotify Indonesia, lagu-lagu pop dengan lirik puitis dan emosional mendominasi tangga lagu nasional, yang juga mencerminkan selera pendengar di ibu kota. Lagu seperti “Sesi Potret” dari enau dan Ari Lesmana, “Jangan Paksa Rindu – Beda” dari Ifan Seventeen, serta “kota ini tak sama tanpamu” dan “bergema sampai selamanya” dari Nadhif Basalamah, menjadi beberapa karya yang paling banyak diputar di tingkat nasional, dan secara tidak langsung menunjukkan tren yang juga kuat di Jakarta. Lagu “Sesi Potret” sendiri bahkan telah diputar hampir 70 juta kali di Spotify, menandakan popularitasnya yang luar biasa di berbagai kalangan, termasuk pendengar Jakarta.

Sementara itu, Yogyakarta yang dikenal sebagai kota pelajar dan budaya memiliki kecenderungan selera yang lebih khas. Meskipun lagu-lagu populer nasional juga didengar, terdapat apresiasi yang kuat terhadap musik-musik lokal, termasuk yang berlatar belakang budaya Jawa. Data historis Spotify Charts menunjukkan bahwa di Yogyakarta, lagu-lagu dari musisi lokal seperti Guyon Waton—dengan lagu “Kok Iso Yo” dan “Dumes”—serta Jogja Hip Hop Foundation dengan “Cintamu Sepahit Topi Miring”, pernah menempati posisi puncak daftar lagu teratas berdasarkan local pulse . Hal ini menunjukkan bahwa pendengar di Yogyakarta tidak hanya mengikuti arus utama nasional, tetapi juga memiliki ikatan yang kuat dengan karya-karya musisi dari daerahnya sendiri.

Perbedaan ini diperkuat dengan inisiatif Spotify yang meluncurkan fitur “Suara dari Indonesia”, yang mengkurasi lagu-lagu dari musikus lokal di enam wilayah, termasuk Jakarta dan Yogyakarta. Untuk Jakarta, musisi ikon yang dipilih adalah Hindia, sedangkan untuk Yogyakarta, terpilih Ndarboy Genk, yang menunjukkan kekhasan dan kekuatan musik daerah masing-masing . Fenomena ini menegaskan bahwa meskipun ada lagu-lagu yang mendominasi tangga lagu nasional, selera musik di setiap kota tetap memiliki ciri khas yang dipengaruhi oleh budaya dan komunitas setempat.

[Red/Valda]

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bebas Penjara, Indra Kenz Mengaku Kini Tak Punya Rumah Lagi

30 September 2026 - 23:06 WIB

Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Terkait Kasus Kematian Sutrimo

30 September 2026 - 23:03 WIB

Aksi Perampokan di Karawang: Uang Rp 1,3 Miliar Milik WNA Raib Dibawa Kabur Komplotan

30 September 2026 - 23:00 WIB

BNPB Ungkap Karhutla di 6 Provinsi Prioritas Menurun Drastis, Tersisa 96 Hektar

30 September 2026 - 20:03 WIB

Aparat Bubarkan Aksi Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Kampus USTJ Jayapura

30 September 2026 - 20:00 WIB

Trending di Headline