Bebas Penjara, Indra Kenz Mengaku Kini Tak Punya Rumah Lagi Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Terkait Kasus Kematian Sutrimo Aksi Perampokan di Karawang: Uang Rp 1,3 Miliar Milik WNA Raib Dibawa Kabur Komplotan BNPB Ungkap Karhutla di 6 Provinsi Prioritas Menurun Drastis, Tersisa 96 Hektar Aparat Bubarkan Aksi Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Kampus USTJ Jayapura Aktivitas Tambang Ilegal di Sangihe Diduga Keruk Emas Senilai Rp 200 Miliar

Headline

Nilai Tukar Rupiah Terperosok ke Rp 17.825, Tekanan di Pasar Obligasi Meningkat

badge-check


					(THINKSTOCKS) Perbesar

(THINKSTOCKS)

JAKARTA, GLOBALSIAR.COM (21 SEPTEMBER 2026) – Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS mengalami tekanan signifikan pada perdagangan hari ini, Senin (21/9), dengan posisi yang melemah ke level Rp 17.825. Penurunan ini mencerminkan dinamika pasar keuangan yang masih dibayangi oleh ketidakpastian global serta penguatan mata uang Paman Sam yang terus menekan mata uang negara berkembang secara konsisten.

Kondisi pelemahan mata uang garuda ini berdampak langsung pada pasar obligasi domestik yang dilaporkan masih berada dalam kondisi tertekan hingga siang ini. Kenaikan yield atau imbal hasil obligasi menjadi indikator utama adanya aksi jual oleh investor yang cenderung memilih aset-aset yang dinilai lebih aman (safe haven) di tengah fluktuasi nilai tukar yang cukup tajam di pasar spot.

Sejumlah pengamat pasar modal mencatat bahwa pelemahan rupiah kali ini dipicu oleh rilis data ekonomi Amerika Serikat yang tetap solid, sehingga memperkuat ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama. Selain faktor eksternal, dinamika aliran modal keluar atau capital outflow dari pasar keuangan dalam negeri juga turut memperberat langkah rupiah untuk melakukan rebound di awal pekan ini.

Para pelaku pasar saat ini tengah mencermati langkah-langkah intervensi dari Bank Indonesia guna menjaga stabilitas nilai tukar agar tidak merosot lebih dalam ke depannya. Strategi stabilisasi melalui instrumen moneter diharapkan mampu memberikan kepastian di tengah volatilitas yang tinggi, di mana laporan ini disusun kembali oleh GlobalSiar berdasarkan perkembangan situasi pasar terkini di sektor keuangan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bebas Penjara, Indra Kenz Mengaku Kini Tak Punya Rumah Lagi

30 September 2026 - 23:06 WIB

Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Terkait Kasus Kematian Sutrimo

30 September 2026 - 23:03 WIB

Aksi Perampokan di Karawang: Uang Rp 1,3 Miliar Milik WNA Raib Dibawa Kabur Komplotan

30 September 2026 - 23:00 WIB

BNPB Ungkap Karhutla di 6 Provinsi Prioritas Menurun Drastis, Tersisa 96 Hektar

30 September 2026 - 20:03 WIB

Aparat Bubarkan Aksi Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Kampus USTJ Jayapura

30 September 2026 - 20:00 WIB

Trending di Headline