JAKARTA, GLOBALSIAR.COM (01/10/2026) – Maskapai nasional PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menunjukkan tren pemulihan kinerja keuangan yang signifikan hingga periode Agustus 2024. Perusahaan berhasil menekan angka kerugian bersih hingga 23,2 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Capaian impresif ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan usaha yang mencatatkan kenaikan dua digit di tengah tantangan industri penerbangan yang semakin dinamis.
Berdasarkan laporan kinerja terbaru, Garuda Indonesia membukukan total pendapatan operasional sebesar 2,27 miliar dollar AS, atau naik 15,12 persen dari posisi 1,97 miliar dollar AS pada periode yang sama tahun lalu. Kontributor utama pertumbuhan ini berasal dari lini penerbangan berjadwal yang menyumbang 1,87 miliar dollar AS, mengalami kenaikan sebesar 15,8 persen. Selain itu, sektor penerbangan tidak berjadwal dan pendapatan lainnya masing-masing berkontribusi sebesar 235,15 juta dollar AS dan 164,76 juta dollar AS.
Peningkatan aktivitas penerbangan berkonsep ekspansi ini membawa dampak pada kenaikan beban usaha sebesar 11,23 persen menjadi 2,41 miliar dollar AS. Biaya operasional penerbangan tercatat sebagai komponen pengeluaran terbesar dengan nilai mencapai 1,15 miliar dollar AS, disusul oleh beban pemeliharaan dan perbaikan armada sebesar 322,06 juta dollar AS. Meskipun beban operasional meningkat, efektivitas strategi manajemen mampu menyusutkan rugi bersih tahun berjalan dari 693,43 juta dollar AS menjadi 532,74 juta dollar AS.
Keberhasilan menekan kerugian secara signifikan ini mencerminkan keberlanjutan program restrukturisasi dan optimalisasi utilisasi pesawat yang terus digencarkan oleh emiten berkode saham GIAA tersebut. Fokus pada rute-rute produktif dan efisiensi biaya tetap menjadi prioritas utama guna memperkuat fundamental keuangan perusahaan dalam jangka panjang. Laporan perkembangan kinerja finansial PT Garuda Indonesia ini disusun kembali oleh GlobalSiar.














