JAKARTA, GLOBALSIAR.COM (07/10/2026) – Delegasi dari 35 negara berkumpul dalam forum internasional untuk membahas mekanisme royalti digital guna menciptakan ekosistem media yang lebih adil dan berkelanjutan. Dalam pertemuan strategis tersebut, Pemerintah Indonesia secara khusus menyoroti urgensi transparansi pertukaran data antara perusahaan platform digital raksasa dengan para penerbit media. Fokus ini menjadi prioritas utama guna memastikan bahwa setiap konten jurnalistik mendapatkan kompensasi yang setara dan terukur secara objektif.
Isu pertukaran data dinilai menjadi kendala utama dalam negosiasi hak penerbit (publisher rights) di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Pemerintah menekankan bahwa tanpa akses data yang transparan dari pihak platform, sulit bagi perusahaan pers untuk memverifikasi sejauh mana konten mereka memberikan nilai ekonomi bagi penyedia layanan digital. Keterbukaan informasi ini dianggap sebagai pondasi dasar dalam membangun hubungan kerja sama yang saling menguntungkan antara industri media konvensional dan ekosistem digital global.
Langkah Indonesia di kancah internasional ini merupakan bentuk nyata dari implementasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 32 Tahun 2024 tentang Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas. Melalui regulasi tersebut, pemerintah berkomitmen untuk melindungi keberlangsungan industri pers nasional dari dominasi algoritma platform global yang selama ini kurang transparan dalam pembagian pendapatan iklan digital.
Selain membahas aspek kompensasi finansial, forum tersebut juga menjadi wadah bagi negara-negara peserta untuk menyelaraskan kebijakan terkait perlindungan hak cipta di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan. Kesamaan visi antarnegara diharapkan mampu menciptakan standar global yang lebih kuat dalam menghadapi tekanan perusahaan teknologi besar di masa depan.
Kehadiran Indonesia dalam diskusi lintas negara ini menegaskan posisi tawar pemerintah dalam memperjuangkan kedaulatan digital dan ekosistem informasi yang sehat. Kolaborasi internasional dipandang sebagai kunci untuk memaksa platform global tunduk pada aturan main yang menghormati karya jurnalistik profesional di tingkat lokal maupun global. Laporan ini disusun kembali oleh GlobalSiar.















