PARIS, GLOBALSIAR.COM (19/10/2026) – Otoritas keamanan Prancis mencatatkan rekor penangkapan terbesar dalam satu malam dengan menahan sedikitnya 855 orang menyusul kerusuhan hebat yang melanda Paris. Gelombang aksi massa yang berujung anarkis ini memaksa aparat kepolisian mengerahkan ribuan personel tambahan guna meredam situasi yang kian tak terkendali di pusat kota dan wilayah sekitarnya.
Aksi demonstrasi yang semula berlangsung damai berubah menjadi bentrokan fisik setelah kelompok perusuh mulai merusak fasilitas umum dan membakar sejumlah kendaraan bermotor di jalanan utama. Gas air mata dan meriam air dilaporkan digunakan oleh aparat untuk memecah kerumunan massa yang menolak untuk membubarkan diri hingga dini hari tadi. Beberapa bangunan ikonik di sekitar Champs-Élysées juga tak luput dari aksi vandalisme yang merugikan tersebut.
Menteri Dalam Negeri Prancis menegaskan bahwa tindakan tegas ini diambil untuk memulihkan ketertiban umum dan menjamin keamanan warga sipil lainnya. Para tahanan saat ini tengah menjalani proses identifikasi dan pemeriksaan intensif atas keterlibatan mereka dalam perusakan properti serta penyerangan terhadap petugas kepolisian. Pemerintah berkomitmen akan memproses hukum siapa pun yang terbukti memicu kekacauan di ibu kota.
Situasi terkini di Paris mulai berangsur kondusif meski sejumlah ruas jalan utama masih ditutup untuk proses pembersihan puing-puing sisa kerusuhan. Pihak berwenang mengimbau warga untuk tetap waspada dan menghindari area-area yang berpotensi menjadi titik kumpul massa baru sementara penyelidikan lebih lanjut terus dilakukan. Laporan ini disusun kembali dan ditulis ulang oleh GlobalSiar.














