Zhoumi Super Junior-M Ditunjuk sebagai CEO Perusahaan Gabungan SM-TME Mengintip Replika Tembok Konstantinopel di Balik Layar Serial Mehmed: Fetihler Sultanı Undertale: The Determination Symphony Hadir di Jakarta 11 Oktober 2026 Ekonom: Kerja Sama Indonesia-Rusia Positif untuk Perluasan Ekspor Vicky Shu Akui Hobi Berdagang, Tak Gengsi Cari Job hingga Jualan di Media Sosial IU Siap Rilis Karya Baru pada September 2026, Rilis Video Teaser

Headline

Kementerian ESDM Ingatkan Risiko Pembengkakan Subsidi Energi Rp300 Triliun pada 2026

badge-check


					(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY) Perbesar

(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY)

JAKARTA, GLOBALSIAR.COM (2 September 2026) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan peringatan serius mengenai potensi lonjakan nilai subsidi energi nasional yang diperkirakan dapat menyentuh angka Rp300 triliun pada tahun anggaran 2026. Proyeksi kenaikan signifikan ini menjadi perhatian khusus pemerintah dalam menjaga stabilitas fiskal negara di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global yang terus membayangi sektor energi domestik.

Beberapa faktor fundamental ditengarai menjadi pemicu utama di balik proyeksi lonjakan angka subsidi tersebut, terutama fluktuasi harga minyak mentah dunia dan pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat yang dinamis. Selain variabel eksternal, peningkatan volume konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg oleh masyarakat juga memberikan tekanan besar pada kapasitas anggaran negara jika tidak segera diantisipasi dengan kebijakan pengendalian yang tepat.

Guna meminimalisir risiko keuangan negara, Kementerian ESDM menekankan pentingnya percepatan implementasi program subsidi tepat sasaran secara lebih ketat. Langkah strategis ini mencakup penguatan basis data penerima bantuan serta optimalisasi teknologi digital untuk memastikan bahwa kompensasi serta subsidi energi hanya dinikmati oleh kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan, sehingga potensi penyimpangan distribusi di lapangan dapat ditekan hingga level minimal.

Pemerintah saat ini terus melakukan simulasi dan pengkajian mendalam terhadap berbagai skenario kebijakan energi nasional guna menyeimbangkan kebutuhan energi publik dengan kemampuan daya tampung APBN. Ke depan, penguatan kebijakan diversifikasi energi dan percepatan transisi menuju sumber energi alternatif diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil yang harganya sangat fluktuatif di pasar internasional. Laporan terkini mengenai risiko fiskal sektor energi ini disusun kembali oleh GlobalSiar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Zhoumi Super Junior-M Ditunjuk sebagai CEO Perusahaan Gabungan SM-TME

6 September 2026 - 07:00 WIB

Undertale: The Determination Symphony Hadir di Jakarta 11 Oktober 2026

5 September 2026 - 07:00 WIB

Ekonom: Kerja Sama Indonesia-Rusia Positif untuk Perluasan Ekspor

5 September 2026 - 03:00 WIB

Danantara Dorong Transformasi Menyeluruh Rumah Sakit BUMN di Bawah IHC

4 September 2026 - 20:03 WIB

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Biofuel, Hidrogen, hingga Konservasi Lewat Enam Kesepakatan

4 September 2026 - 19:30 WIB

Trending di Ekonomi & Bisnis