JAKARTA, GLOBALSIAR.COM (13/10/2026) – Sejumlah warga di kawasan Kampung Ambon, Jakarta Barat, mulai bersuara mengenai pola aktivitas peredaran gelap narkotika yang masih terjadi di lingkungan mereka. Kesaksian para penghuni setempat mengungkap bahwa interaksi antara bandar dan penyalahguna narkoba sering kali dilakukan secara terselubung namun memiliki pola yang teratur untuk menghindari deteksi petugas keamanan.
Aktivitas peredaran ini dilaporkan sering memanfaatkan area-area tertentu yang dikenal sebagai lapak untuk bertransaksi maupun mengonsumsi barang haram tersebut secara langsung di tempat. Warga menyebutkan bahwa para pendatang yang berniat membeli narkoba biasanya memiliki gerak-gerik khusus dan sering kali terlihat berkumpul pada jam-jam tertentu yang dianggap aman dari pengawasan warga sekitar maupun patroli rutin pihak berwajib.
Selain menjadi lokasi transaksi, beberapa titik di pemukiman padat ini disinyalir masih menjadi tempat persembunyian bagi oknum yang mengendalikan jaringan distribusi skala kecil hingga menengah. Keresahan warga semakin meningkat seiring dengan dampak sosial yang ditimbulkan, termasuk kekhawatiran akan keselamatan keluarga dan pengaruh buruk terhadap generasi muda di lingkungan Kampung Ambon yang telah lama berupaya lepas dari stigma negatif terkait narkoba.
Upaya penertiban memang terus dilakukan oleh aparat kepolisian melalui berbagai penggerebekan, namun warga berharap adanya tindakan yang lebih konsisten untuk memutus mata rantai peredaran ini hingga ke akar-akarnya. Kolaborasi antara penegak hukum dan keberanian masyarakat dalam memberikan informasi dianggap menjadi kunci utama dalam membersihkan wilayah tersebut dari praktik ilegal yang merugikan. Laporan ini disusun kembali oleh GlobalSiar.















