JAKARTA, GLOBALSIAR.COM (21/10/2026) – Komite Disiplin (Komdis) PSSI secara resmi menjatuhkan sanksi berat kepada klub Persija Jakarta menyusul insiden kericuhan yang melibatkan oknum suporter di dalam bus. Keputusan tegas ini diambil setelah otoritas terkait melakukan peninjauan mendalam terhadap laporan pengawas pertandingan serta bukti-bukti yang menunjukkan adanya pelanggaran kode disiplin yang cukup serius dalam rangkaian kompetisi sepak bola nasional.
Berdasarkan hasil sidang disiplin, tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut diwajibkan membayar denda materiil sebesar Rp90 juta. Sanksi finansial ini merupakan konsekuensi dari tindakan tidak tertib yang dianggap mencederai nilai-nilai sportivitas dan merugikan nama baik klub serta penyelenggara liga. Pihak manajemen Persija diharapkan segera merespons keputusan ini dan melakukan evaluasi internal guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
Selain hukuman berupa denda, Komdis PSSI juga memberlakukan sanksi larangan bagi suporter Persija untuk mendampingi tim dalam sejumlah pertandingan tandang (away). Kebijakan ini diterapkan sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan dan kondusivitas antar-kelompok pendukung di berbagai wilayah. Larangan kehadiran suporter di stadion lawan ini menjadi pukulan telak bagi tim yang sedang berjuang di papan klasemen, mengingat peran penting dukungan langsung dari para penggemar.
Manajemen Persija Jakarta menyatakan bakal memperketat koordinasi dengan koordinator suporter guna memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga ketertiban di luar maupun di dalam area pertandingan. Langkah ini diambil untuk memastikan atmosfer sepak bola Indonesia tetap kondusif bagi seluruh elemen masyarakat yang ingin menikmati pertandingan tanpa rasa khawatir akan gangguan keamanan. Seluruh rincian peristiwa ini telah ditinjau kembali.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi mengenai pengajuan banding dari pihak klub terkait besaran denda dan durasi larangan tandang yang ditetapkan. Semua pihak dalam industri sepak bola nasional diharapkan dapat mengambil pelajaran dari sanksi ini demi kemajuan ekosistem olahraga yang lebih profesional dan aman bagi semua kalangan. Laporan komprehensif mengenai kebijakan disiplin liga ini disusun kembali oleh GlobalSiar.















