Bebas Penjara, Indra Kenz Mengaku Kini Tak Punya Rumah Lagi Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Terkait Kasus Kematian Sutrimo Aksi Perampokan di Karawang: Uang Rp 1,3 Miliar Milik WNA Raib Dibawa Kabur Komplotan BNPB Ungkap Karhutla di 6 Provinsi Prioritas Menurun Drastis, Tersisa 96 Hektar Aparat Bubarkan Aksi Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Kampus USTJ Jayapura Aktivitas Tambang Ilegal di Sangihe Diduga Keruk Emas Senilai Rp 200 Miliar

Headline

Investor China dan UEA Bangun Pabrik di Bangkalan, 31 Ribu Tenaga Kerja Bakal Terserap

badge-check


					(KOMPAS.com / Yulian Isna Sri Astuti) Perbesar

(KOMPAS.com / Yulian Isna Sri Astuti)

BANGKALAN, GLOBALSIAR.COM (11 September 2026) – Kabupaten Bangkalan di Pulau Madura bersiap menerima lonjakan investasi besar seiring rencana pembangunan pabrik oleh investor asal China dan Uni Emirat Arab (UEA). Masuknya modal asing ini diproyeksikan menjadi katalisator utama bagi percepatan pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Timur melalui pengembangan sektor industri manufaktur yang masif. Pemerintah daerah telah mengonfirmasi bahwa kesepakatan strategis ini merupakan bagian dari upaya memperluas pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa.

Proyek pembangunan fasilitas industri tersebut ditargetkan mampu menyerap tenaga kerja hingga 31.000 orang secara bertahap. Fokus utama dari penyerapan tenaga kerja ini adalah masyarakat lokal Bangkalan dan sekitarnya guna menekan angka pengangguran serta meningkatkan standar pendapatan daerah. Langkah ini dinilai strategis dalam mengoptimalkan potensi sumber daya manusia di Madura yang selama ini banyak mencari pekerjaan ke luar daerah atau mancanegara.

Pemilihan Bangkalan sebagai lokasi investasi didasarkan pada keunggulan logistik dan aksesibilitas, terutama dengan keberadaan Jembatan Suramadu yang menghubungkan Madura langsung dengan pusat ekonomi Surabaya. Investor dari China dan UEA melihat potensi lahan yang luas serta dukungan kebijakan pemerintah yang mempermudah perizinan usaha di kawasan tersebut. Sinergi antara teknologi dari China dan pendanaan dari UEA diharapkan mampu menciptakan ekosistem industri yang kompetitif di tingkat global.

Saat ini, koordinasi intensif terus dilakukan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan konsorsium investor untuk memastikan infrastruktur pendukung seperti listrik dan air bersih siap menopang operasional pabrik. Kehadiran industri berskala internasional ini diharapkan tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga mendorong munculnya unit-unit usaha kecil menengah di sekitar kawasan industri. Laporan mengenai perkembangan investasi strategis di Bangkalan ini disusun kembali oleh GlobalSiar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bebas Penjara, Indra Kenz Mengaku Kini Tak Punya Rumah Lagi

30 September 2026 - 23:06 WIB

Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Terkait Kasus Kematian Sutrimo

30 September 2026 - 23:03 WIB

Aksi Perampokan di Karawang: Uang Rp 1,3 Miliar Milik WNA Raib Dibawa Kabur Komplotan

30 September 2026 - 23:00 WIB

BNPB Ungkap Karhutla di 6 Provinsi Prioritas Menurun Drastis, Tersisa 96 Hektar

30 September 2026 - 20:03 WIB

Aparat Bubarkan Aksi Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Kampus USTJ Jayapura

30 September 2026 - 20:00 WIB

Trending di Headline