CALIFORNIA, GLOBALSIAR.COM – Perusahaan induk Facebook dan Instagram, Meta Platforms Inc, secara terbuka memberikan tekanan kepada kompetitor utamanya, TikTok dan YouTube, terkait kebijakan iklan berbayar. Langkah ini dilakukan di tengah ketatnya regulasi privasi data yang sedang dihadapi oleh raksasa teknologi tersebut di pasar internasional.
Meta berargumen bahwa standar transparansi dan model bisnis berlangganan tanpa iklan seharusnya tidak hanya diterapkan pada satu pihak. Perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg ini menginginkan adanya level persaingan yang adil di antara platform media sosial besar lainnya.
Kebijakan ini muncul setelah Meta meluncurkan opsi langganan berbayar bagi pengguna di wilayah Uni Eropa demi mematuhi regulasi digital yang ketat. Meta memandang bahwa platform seperti TikTok dan YouTube juga memproses data pengguna dalam skala besar untuk keperluan periklanan.
Laporan yang disusun oleh Delvands ini mencatat bahwa Meta mulai menyasar praktik bisnis kompetitornya guna mendapatkan dukungan regulasi yang lebih merata. Mereka menekankan pentingnya konsistensi dalam penegakan hukum privasi di seluruh ekosistem digital global.
Pihak Meta menyatakan bahwa tantangan yang mereka hadapi saat ini merupakan isu industri secara keseluruhan. Oleh karena itu, semua platform berbagi video dan media sosial seharusnya tunduk pada aturan keterbukaan data yang serupa.
Hingga berita ini diturunkan, manajemen TikTok maupun YouTube belum memberikan pernyataan resmi mengenai tantangan yang dilemparkan oleh Meta. Persaingan antar-platform ini diprediksi akan semakin memanas seiring dengan berkembangnya aturan perlindungan data konsumen.
















