JAKARTA, GLOBALSIAR.COM (22 SEPTEMBER 2026) – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memberikan penjelasan terbuka mengenai dinamika internal di kementeriannya saat menghadiri sidang evaluasi kuota haji bersama DPR RI. Dalam forum tersebut, Yaqut mengakui secara eksplisit bahwa dirinya sempat meluapkan kemarahan dalam sebuah rapat koordinasi internal karena merasa sejumlah jajarannya tidak sigap dalam menjalankan tugas. Emosi tersebut dipicu oleh lambannya respons para pejabat terkait dalam mengantisipasi tantangan teknis yang muncul selama proses alokasi kuota haji berlangsung.
Yaqut menekankan bahwa tanggung jawab dalam melayani ratusan ribu jemaah haji memerlukan tingkat sensitivitas dan dedikasi yang tinggi dari setiap aparatur negara di lingkungan Kementerian Agama. Ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap sejumlah anak buah yang dinilai kurang peka terhadap urgensi situasi di lapangan, terutama menyangkut hak-hak jemaah. Menurutnya, ketidakpekaan birokrasi tersebut dapat berakibat fatal pada kualitas pelayanan dan efektivitas pemanfaatan kuota yang telah diberikan oleh Pemerintah Arab Saudi.
Selama persidangan, Menag juga menyoroti pentingnya sinkronisasi data serta komunikasi yang transparan antar-direktorat untuk memastikan tidak ada celah dalam pengambilan kebijakan. Ia menyebutkan bahwa keterlambatan informasi dari level teknis ke pimpinan sering kali menjadi penghambat dalam proses pengambilan keputusan strategis. Hal inilah yang mendorongnya untuk mengambil sikap tegas demi memperbaiki pola kerja di kementerian agar lebih responsif terhadap berbagai perubahan regulasi maupun dinamika diplomasi haji.
Menutup keterangannya, Yaqut berkomitmen untuk melakukan perombakan dan evaluasi kinerja secara menyeluruh guna memastikan seluruh staf bekerja sesuai dengan standar operasional yang ketat. Langkah ini diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban publik atas kepercayaan masyarakat Indonesia dalam penyelenggaraan ibadah haji yang adil dan akuntabel. Laporan ini disusun kembali oleh GlobalSiar.












