Lapas Perempuan Bandung Dukung Usulan Penyediaan Fasilitas Bilik Asmara Aspirasi Jenderal Listyo Sigit Prabowo: Memilih Jalur Pendidikan Usai Menjabat Kapolri Kinerja Membaik, Rugi Garuda Indonesia Susut 23,2 Persen Hingga Agustus 2024 Kasus Dugaan Penipuan Travel Umrah di Jombang: 4.000 Jemaah Menjadi Korban Bank Indonesia Batasi Pembelian Dollar AS Hingga 10.000 USD demi Stabilitas Rupiah Miris, Lapas Cibinong Kedapatan Bangun Struktur Ilegal di Bantaran Sungai

Headline

Lapas Perempuan Bandung Dukung Usulan Penyediaan Fasilitas Bilik Asmara

badge-check


					(KOMPAS.com/HARYANTI PUSPA SARI) Perbesar

(KOMPAS.com/HARYANTI PUSPA SARI)

BANDUNG, GLOBALSIAR.COM (01/10/2026) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Bandung menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif Ketua Komisi XIII DPR RI yang mengusulkan penyediaan fasilitas bilik pertemuan khusus bagi warga binaan dan pasangannya. Langkah ini dipandang sebagai bentuk pemenuhan hak-hak dasar manusia yang tetap melekat pada diri narapidana meski mereka sedang menjalani masa pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan.

Kepala Lapas Perempuan Bandung, Sri Isnaini, menyampaikan bahwa keberadaan ruang tersebut sangat krusial dalam menjaga keseimbangan psikologis dan kesehatan mental para penghuni lapas. Selama ini, absennya ruang privat untuk berinteraksi dengan pasangan sah sering kali menjadi pemicu tingginya tingkat stres yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban di lingkungan internal penjara.

Meskipun menyambut baik wacana tersebut, pihak Lapas menegaskan bahwa implementasinya harus dibarengi dengan regulasi yang kuat serta Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sangat ketat. Pengawasan yang komprehensif menjadi syarat mutlak untuk memastikan fasilitas tersebut digunakan secara tepat sasaran, sesuai norma hukum, dan tidak disalahgunakan oleh pihak manapun demi menjaga integritas institusi pemasyarakatan.

Penyediaan fasilitas ini diharapkan mampu meminimalisir perilaku menyimpang di kalangan warga binaan yang sering timbul akibat kebutuhan biologis yang tidak terpenuhi secara wajar. Dengan pendekatan yang lebih humanis, proses rehabilitasi narapidana diharapkan dapat berjalan lebih optimal guna mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat dalam kondisi mental yang sehat.Laporan ini disusun kembali oleh tim redaksi GlobalSiar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aspirasi Jenderal Listyo Sigit Prabowo: Memilih Jalur Pendidikan Usai Menjabat Kapolri

1 Oktober 2026 - 13:03 WIB

Kinerja Membaik, Rugi Garuda Indonesia Susut 23,2 Persen Hingga Agustus 2024

1 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Kasus Dugaan Penipuan Travel Umrah di Jombang: 4.000 Jemaah Menjadi Korban

1 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Bank Indonesia Batasi Pembelian Dollar AS Hingga 10.000 USD demi Stabilitas Rupiah

1 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Miris, Lapas Cibinong Kedapatan Bangun Struktur Ilegal di Bantaran Sungai

1 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Trending di Headline