KETAPANG, GLOBALSIAR.COM (19 OKTOBER 2026) – Upaya penyelamatan intensif dilakukan terhadap sejumlah orangutan yang menjadi korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Tim gabungan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama mitra terkait berhasil mengevakuasi primata tersebut dari lokasi terdampak yang kondisinya sangat memprihatinkan akibat kehilangan habitat aslinya serta kepungan asap tebal.
Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan awal, kondisi orangutan yang baru saja dievakuasi menunjukkan tanda-tanda gangguan kesehatan yang bervariasi dan cukup serius. Beberapa individu ditemukan dalam keadaan kekurangan gizi atau malnutrisi akibat sulitnya mendapatkan sumber pakan alami di tengah lahan yang telah hangus terbakar. Selain itu, paparan asap yang pekat dalam waktu lama memicu gangguan saluran pernapasan akut yang memerlukan penanganan medis segera dari tim dokter hewan di pusat rehabilitasi.
Proses evakuasi di lapangan menghadapi tantangan berat karena medan yang sulit dijangkau dan sisa-sisa api yang terkadang masih muncul di sekitar lokasi. Orangutan cenderung mencari perlindungan di pucuk-pucuk pohon yang belum terbakar habis, sehingga petugas harus melakukan tindakan penyelamatan yang sangat hati-hati untuk mencegah satwa tersebut terjatuh atau mengalami stres berlebih. Intervensi medis dan pemberian suplemen kini menjadi prioritas utama guna memulihkan kondisi fisik primata yang terancam punah ini.
Pihak berwenang mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan segera melaporkan jika melihat satwa liar yang masuk ke area pemukiman akibat terdesak api. Pengawasan di titik-titik rawan kebakaran terus diperketat guna meminimalisir dampak buruk yang lebih luas terhadap ekosistem dan populasi satwa dilindungi di Kalimantan Barat. Laporan mendalam mengenai situasi terkini penanganan satwa di lokasi terdampak ini disusun kembali oleh GlobalSiar.















