KLATEN, GLOBALSIAR.COM (16 OKTOBER 2026) – Wakil Bupati Klaten, Yulindha, memberikan keterangan terkait interaksi terakhirnya dengan Bupati Klaten sesaat sebelum pimpinan daerah tersebut diamankan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penangkapan ini mengejutkan jajaran pemerintah daerah, mengingat agenda kedinasan sebelumnya terpantau berjalan sesuai jadwal tanpa adanya indikasi kendala hukum yang menonjol di lingkungan Sekretariat Daerah.
Dalam keterangannya, Yulindha menyebutkan bahwa komunikasi yang terjalin dengan Bupati masih bersifat administratif dan fokus pada urusan pemerintahan rutin. Ia menegaskan tidak ada pembicaraan khusus atau gelagat yang mencurigakan sebelum tim penyidik KPK melakukan tindakan hukum. Fokus utama koordinasi mereka kala itu adalah mengenai percepatan program pembangunan yang sedang berjalan di wilayah Kabupaten Klaten demi kepentingan masyarakat luas.
Pasca terjadinya operasi tangkap tangan tersebut, Yulindha memastikan bahwa roda pemerintahan di Kabupaten Klaten akan tetap berfungsi secara normal. Ia meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Klaten untuk tetap tenang dan profesional dalam menjalankan tugas pelayanan publik. Koordinasi internal terus dilakukan guna mengantisipasi kekosongan kepemimpinan serta memastikan tidak ada layanan masyarakat yang terhambat akibat proses hukum ini.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendalaman terhadap kasus yang menjerat orang nomor satu di Klaten tersebut. Masyarakat dihimbau untuk menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan menunggu pernyataan resmi dari lembaga antirasuah terkait detail perkara yang disangkakan. Laporan ini disusun kembali oleh GlobalSiar.













