LABUAN BAJO, GLOBALSIAR.COM (14/10/2026) – Kapal wisata tradisional KM Feronia dilaporkan terbalik di perairan Batu Bolong, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa (13/10). Insiden yang menimpa kapal jenis pinisi dengan tonase GT 51 tersebut terjadi sekitar pukul 15.02 WITA saat kapal sedang dalam perjalanan kembali menuju Dermaga Marina. Kecelakaan ini diduga kuat dipicu oleh hantaman arus laut yang sangat kuat di sekitar kawasan Pulau Tatawa setelah para penumpang menyelesaikan aktivitas menyelam di perairan Manta.
Berdasarkan data manifes, kapal tersebut mengangkut total 30 orang yang terdiri dari 25 wisatawan dan lima orang awak kapal. Tim SAR gabungan yang melibatkan personel Pos SAR Manggarai Barat, KSOP Labuan Bajo, Lanal, serta kepolisian segera dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan darurat. Upaya penyelamatan berlangsung intensif dengan dukungan sejumlah sarana laut seperti Rigid Inflatable Boat (RIB) dan bantuan kapal-kapal wisata lain yang berada di sekitar area kejadian untuk mengevakuasi para penyintas.
Hingga laporan terbaru dirilis, tercatat sebanyak 29 orang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan langsung dibawa menuju Dermaga Marina Waterfront untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Namun, satu orang penumpang berkebangsaan Indonesia berinisial VBJ (23) dilaporkan masih hilang dan diduga terjebak di dalam badan kapal yang terbalik. Kendala jarak pandang yang terbatas serta kondisi arus bawah laut yang deras sempat memaksa tim penyelamat menghentikan sementara penyisiran pada Selasa petang sebelum dilanjutkan kembali pada pagi hari ini.
Otoritas pelabuhan dan pihak kepolisian saat ini terus memantau proses pencarian korban yang hilang serta melakukan investigasi lebih lanjut mengenai penyebab pasti kecelakaan serta kelaikan operasional kapal. Pengetatan pengawasan terhadap standar keselamatan maritim di kawasan wisata super prioritas ini kembali menjadi perhatian utama guna mencegah terulangnya kejadian serupa yang dapat membahayakan wisatawan. Laporan mengenai perkembangan evakuasi dan pencarian ini disusun kembali oleh tim redaksi GlobalSiar.















