NEW YORK, GLOBALSIAR.COM (9 September 2026) – Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu perbincangan publik setelah melontarkan klaim baru terkait perannya dalam tragedi serangan 11 September 2001. Dalam sebuah pernyataan terbarunya, ia mengaku telah diangkat secara resmi atau di-deputized oleh Departemen Pemadam Kebakaran New York (FDNY) saat membantu proses penanganan di Ground Zero. Pernyataan ini menambah deretan narasi kontroversial yang sering ia sampaikan mengenai keterlibatan pribadinya di lokasi reruntuhan menara kembar World Trade Center.
Klaim tersebut disampaikan Trump di hadapan para pendukungnya menjelang peringatan 25 tahun tragedi yang mengguncang dunia tersebut. Ia menyatakan bahwa pengangkatan dirinya oleh petugas pemadam kebakaran merupakan bentuk apresiasi atas dukungan yang ia berikan di lokasi kejadian pada masa kritis. Namun, hingga saat ini, belum ada catatan resmi dari otoritas terkait maupun pihak FDNY yang secara eksplisit mengonfirmasi adanya status penugasan formal atau pemberian gelar kehormatan operasional bagi warga sipil selama periode tersebut.
Para pengamat dan sejarawan mencatat bahwa ini bukan pertama kalinya Trump mengubah atau memperluas narasi mengenai keberadaannya saat peristiwa 9/11 terjadi. Sebelumnya, ia pernah melontarkan klaim bahwa dirinya melihat ribuan orang merayakan runtuhnya gedung dari wilayah New Jersey, sebuah pernyataan yang telah dibantah oleh berbagai lembaga pengecek fakta. Selain itu, ia juga sempat menyebutkan bahwa gedung miliknya menjadi yang tertinggi di Lower Manhattan setelah WTC runtuh, yang kemudian terbukti tidak akurat berdasarkan data statistik properti saat itu.
Reaksi dari berbagai kalangan terus mengalir, terutama dari organisasi yang mewakili keluarga korban dan responden pertama yang menekankan pentingnya akurasi sejarah dalam mengenang tragedi nasional tersebut. Di sisi lain, tim pendukung Trump menegaskan bahwa pernyataan sang mantan presiden adalah ekspresi kedekatannya dengan para pahlawan lokal di New York. Laporan mengenai dinamika klaim politik terkait sejarah nasional Amerika Serikat ini ditulis kembali oleh GlobalSiar.















