JAKARTA, GLOBALSIAR.COM (09/09/2026) – Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan sebuah klaim signifikan mengenai arah kebijakan keuangan global. Ia menyebut bahwa Amerika Serikat kini mulai mengadopsi strategi yang sebelumnya telah diterapkan oleh Indonesia, yaitu memindahkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) dari bank sentral ke sektor perbankan komersial. Langkah ini dinilai sebagai pengakuan tersirat atas efektivitas manajemen likuiditas yang dilakukan oleh otoritas keuangan dalam negeri.
Strategi pemindahan dana pemerintah tersebut sejatinya telah dilakukan Indonesia sejak periode awal pandemi COVID-19 pada tahun 2020. Saat itu, Kementerian Keuangan menempatkan dana SAL di jajaran bank milik negara (Himbara) untuk memastikan ketersediaan likuiditas yang cukup bagi industri perbankan. Kebijakan ini bertujuan agar perbankan tetap mampu menyalurkan kredit kepada masyarakat dan sektor usaha meskipun berada di tengah tekanan ekonomi yang berat akibat krisis kesehatan global.
Purbaya menjelaskan bahwa Menteri Keuangan Amerika Serikat, Janet Yellen, tengah mempertimbangkan mekanisme serupa untuk mengelola aliran dana pemerintah di pasar keuangan mereka. Dengan memindahkan simpanan dari Federal Reserve ke bank-bank umum, diharapkan peredaran uang di pasar dapat lebih optimal guna mendukung stabilitas sistem keuangan. Fenomena ini menunjukkan bahwa inovasi kebijakan fiskal dan moneter Indonesia mampu menjadi referensi penting bagi negara-negara maju dalam menghadapi tantangan ekonomi modern.
Keberhasilan Indonesia dalam menjaga ketahanan sektor finansial melalui optimalisasi dana SAL terus diperkuat dengan koordinasi yang solid antara pemerintah, Bank Indonesia, dan LPS. Implementasi kebijakan yang responsif ini terbukti mampu menjaga rasio kecukupan modal perbankan tetap berada pada level yang aman. Laporan ini disusun kembali dan diolah oleh GlobalSiar.















