Empat Bulan Berjibaku Padamkan Karhutla di Sumsel, Kondisi Kesehatan Personel Manggala Agni Mulai Terancam Donald Trump Kembali Gagal Meraih Hadiah Nobel Perdamaian 2026 Kontak Tembak di Maybrat, Tiga Anggota OPM Dilaporkan Tewas Realisasi Anggaran Makan Bergizi Gratis Tembus Rp 153,19 Triliun DKPP Diminta Usut Dugaan Pelanggaran KPU dan Bawaslu Terkait Syarat Pendidikan 19 Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit Akibat Paparan Gas Air Mata Saat Latihan Polisi

Headline

Empat Bulan Berjibaku Padamkan Karhutla di Sumsel, Kondisi Kesehatan Personel Manggala Agni Mulai Terancam

badge-check


					(Dokumentasi Manggala Agni) Perbesar

(Dokumentasi Manggala Agni)

PALEMBANG, GLOBALSIAR.COM (09/10/2026) – Selama empat bulan terakhir, personel Manggala Agni terus berada di garda terdepan guna menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Sumatera Selatan. Intensitas kebakaran yang tak kunjung mereda sejak pertengahan tahun ini memaksa para petugas bekerja ekstra keras di bawah kepungan asap tebal dan suhu ekstrem yang menyelimuti lokasi pemadaman.

Kondisi fisik para petugas kini menjadi perhatian serius mengingat masa penugasan yang sangat panjang tanpa jeda yang berarti. Paparan asap sisa pembakaran lahan gambut dalam jangka waktu lama mulai berdampak pada fungsi pernapasan para personel, ditambah lagi dengan faktor kelelahan fisik akibat medan yang sulit dijangkau serta keterbatasan sumber air di titik-titik api yang tersebar luas.

Pihak manajemen dan dinas terkait telah menginstruksikan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk memantau stamina serta kondisi paru-paru setiap anggota di lapangan. Pemberian asupan vitamin tambahan dan pengaturan rotasi jadwal istirahat terus diupayakan guna meminimalisir risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta gangguan kesehatan kronis lainnya yang dapat melumpuhkan kekuatan tim pemadam.

Meskipun tantangan yang dihadapi semakin berat seiring dengan puncaknya musim kemarau, dedikasi tim Manggala Agni tetap terjaga demi melindungi ekosistem dan mengendalikan kualitas udara di Sumatera Selatan. Segala bentuk koordinasi lintas instansi terus diperkuat untuk memastikan penanganan karhutla dapat berjalan efektif.

Hingga saat ini, pemantauan terhadap titik panas atau hotspot masih terus dilakukan menggunakan citra satelit dan patroli darat secara intensif. Langkah antisipasi ini diharapkan dapat mempercepat respons pemadaman sebelum api merambat ke area hutan lindung maupun pemukiman warga sekitar yang rentan terkena dampak kabut asap,sebagaimana laporan ini dihimpun dan ditulis ulang oleh GlobalSiar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Donald Trump Kembali Gagal Meraih Hadiah Nobel Perdamaian 2026

9 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Kontak Tembak di Maybrat, Tiga Anggota OPM Dilaporkan Tewas

9 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Realisasi Anggaran Makan Bergizi Gratis Tembus Rp 153,19 Triliun

9 Oktober 2026 - 18:39 WIB

DKPP Diminta Usut Dugaan Pelanggaran KPU dan Bawaslu Terkait Syarat Pendidikan

9 Oktober 2026 - 18:36 WIB

19 Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit Akibat Paparan Gas Air Mata Saat Latihan Polisi

9 Oktober 2026 - 18:33 WIB

Trending di Headline