SITUBONDO, GLOBALSIAR.COM (01/09/2026) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Baluran di Situbondo, Jawa Timur, dilaporkan telah menghanguskan lahan seluas kurang lebih 2.207 hektare. Musibah kebakaran ini terus meluas akibat kondisi cuaca kering ekstrem dan hembusan angin kencang yang menyulitkan upaya pemadaman di beberapa blok strategis di dalam kawasan taman nasional tersebut.
Dampak dari kebakaran ini tidak hanya merusak vegetasi alam, tetapi juga mulai mengancam stabilitas habitat berbagai jenis fauna dilindungi yang menetap di wilayah savana dan hutan. Para petugas dari Balai Taman Nasional Baluran saat ini terus bekerja ekstra untuk memetakan sebaran titik api guna memastikan satwa endemik seperti banteng jawa dan rusa tidak terjebak di tengah kepungan api yang terus merambat ke area inti.
Hingga saat ini, tim gabungan yang terdiri dari petugas taman nasional, relawan, serta aparat terkait menghadapi tantangan berat berupa medan yang sulit dijangkau dan terbatasnya akses sumber air di lokasi kebakaran. Upaya pemadaman secara manual terus dilakukan pada area-area lereng gunung yang tidak bisa diakses oleh kendaraan taktis guna meminimalisir kerusakan ekosistem yang lebih parah.
Otoritas pengelola taman nasional mengimbau masyarakat luas untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya titik api baru di sekitar perbatasan hutan. Perlindungan terhadap ekosistem Baluran yang rapuh kini menjadi prioritas utama agar keanekaragaman hayati di dalamnya tetap lestari di tengah ancaman kemarau panjang, laporan ini disusun kembali oleh GlobalSiar.
















