Pria di Bangkalan Tertipu Imam Mahdi Gadungan Hingga Rp 1,3 Miliar PDI-P Tegas Tolak Usulan Luhut Soal Penghapusan Unsur Kerugian Negara dalam Korupsi Dishut Sumbar Ungkap Status Lahan Sawit di Lokasi Bekas Karhutla Dharmasraya Prabowo Subianto Soroti Sindiran Negara Asing Mengenai Isu Karhutla di Indonesia Jaksa Resmi Tolak Pembelaan Nurman Herin Terkait Klaim Intervensi Penyidik Jet Tempur Mirage 2000D Militer Prancis Jatuh, Satu Pilot Gugur dalam Tugas

Headline

Kebakaran Taman Nasional Baluran Meluas hingga 2.207 Hektare, Habitat Satwa Terancam

badge-check


					ILUSTRASI KEBAKARAN HUTAN Perbesar

ILUSTRASI KEBAKARAN HUTAN

SITUBONDO, GLOBALSIAR.COM (01/09/2026) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Baluran di Situbondo, Jawa Timur, dilaporkan telah menghanguskan lahan seluas kurang lebih 2.207 hektare. Musibah kebakaran ini terus meluas akibat kondisi cuaca kering ekstrem dan hembusan angin kencang yang menyulitkan upaya pemadaman di beberapa blok strategis di dalam kawasan taman nasional tersebut.

Dampak dari kebakaran ini tidak hanya merusak vegetasi alam, tetapi juga mulai mengancam stabilitas habitat berbagai jenis fauna dilindungi yang menetap di wilayah savana dan hutan. Para petugas dari Balai Taman Nasional Baluran saat ini terus bekerja ekstra untuk memetakan sebaran titik api guna memastikan satwa endemik seperti banteng jawa dan rusa tidak terjebak di tengah kepungan api yang terus merambat ke area inti.

Hingga saat ini, tim gabungan yang terdiri dari petugas taman nasional, relawan, serta aparat terkait menghadapi tantangan berat berupa medan yang sulit dijangkau dan terbatasnya akses sumber air di lokasi kebakaran. Upaya pemadaman secara manual terus dilakukan pada area-area lereng gunung yang tidak bisa diakses oleh kendaraan taktis guna meminimalisir kerusakan ekosistem yang lebih parah.

Otoritas pengelola taman nasional mengimbau masyarakat luas untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya titik api baru di sekitar perbatasan hutan. Perlindungan terhadap ekosistem Baluran yang rapuh kini menjadi prioritas utama agar keanekaragaman hayati di dalamnya tetap lestari di tengah ancaman kemarau panjang, laporan ini disusun kembali oleh GlobalSiar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pria di Bangkalan Tertipu Imam Mahdi Gadungan Hingga Rp 1,3 Miliar

21 Oktober 2026 - 23:06 WIB

PDI-P Tegas Tolak Usulan Luhut Soal Penghapusan Unsur Kerugian Negara dalam Korupsi

21 Oktober 2026 - 23:03 WIB

Dishut Sumbar Ungkap Status Lahan Sawit di Lokasi Bekas Karhutla Dharmasraya

21 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Prabowo Subianto Soroti Sindiran Negara Asing Mengenai Isu Karhutla di Indonesia

21 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Jaksa Resmi Tolak Pembelaan Nurman Herin Terkait Klaim Intervensi Penyidik

21 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Trending di Headline