TORAJA UTARA, GLOBALSIAR.COM (19 SEPTEMBER 2026) – Suasana duka mendalam menyelimuti Dusun To’kumila, Lembang Buntu Tallunglipu, Kabupaten Toraja Utara, saat jenazah Aris Sanda tiba di rumah duka pada Sabtu pagi. Aris merupakan seorang pengemudi travel yang menjadi korban penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Paniai, Papua. Kedatangan peti jenazah tersebut langsung disambut isak tangis histeris dari pihak keluarga dan kerabat yang telah menanti sejak dini hari di kediaman almarhum.
Almarhum Aris Sanda dikenal sebagai sosok tulang punggung keluarga yang gigih mencari nafkah dengan merantau ke Papua. Insiden tragis yang merenggut nyawanya terjadi ketika ia sedang menjalankan tugas rutinnya mengantarkan penumpang, namun terjebak dalam aksi kekerasan bersenjata yang dilakukan oleh kelompok separatis. Peristiwa ini kembali menambah deretan panjang warga sipil yang menjadi korban konflik di wilayah Pegunungan Papua, memicu gelombang simpati dan keprihatinan dari masyarakat luas.
Pihak keluarga yang ditinggalkan tampak sangat terpukul dan seolah tidak percaya atas kepergian Aris yang begitu mendadak melalui cara yang sangat tragis. Rencananya, jenazah akan disemayamkan terlebih dahulu di rumah duka sebelum menjalani seluruh rangkaian prosesi pemakaman sesuai dengan adat dan tradisi masyarakat Toraja. Para tetangga dan handai taulan terus berdatangan untuk memberikan dukungan moril serta ungkapan belasungkawa bagi keluarga besar yang sedang berduka.
Hingga saat ini, aparat keamanan terus melakukan upaya penegakan hukum dan pengejaran terhadap pelaku penembakan guna memberikan keadilan bagi para korban sipil di tanah Papua. Proses pemulangan jenazah dari Papua hingga sampai ke kampung halaman di Sulawesi Selatan berjalan dengan lancar berkat bantuan berbagai pihak terkait yang memfasilitasi logistik transportasi udara maupun darat. Laporan mendalam mengenai peristiwa memilukan ini disusun kembali oleh GlobalSiar.












