BEIJING, GLOBALSIAR.COM (08/10/2026) – Pemerintah Indonesia dijadwalkan akan menerima unit perdana pesawat jet tempur canggih J-10CE buatan produsen kedirgantaraan China dalam kurun waktu enam bulan ke depan. Pengadaan alutsista strategis ini menandai babak baru dalam modernisasi kekuatan udara nasional dengan mengadopsi teknologi pesawat tempur multiperan generasi ke-4,5 yang dikenal memiliki kemampuan tempur udara-ke-udara dan udara-ke-permukaan yang sangat mumpuni.
Jet tempur J-10CE merupakan varian ekspor dari pesawat tempur garis depan J-10C milik Angkatan Udara China yang telah dilengkapi dengan mesin bertenaga besar serta sistem radar AESA (Active Electronically Scanned Array). Pesawat ini dirancang untuk melakukan berbagai misi tempur di segala kondisi cuaca dan memiliki kelincahan tinggi yang didukung oleh konfigurasi sayap delta dan canard, menjadikannya aset pertahanan yang kompetitif untuk menjaga integritas wilayah udara di kawasan Asia Tenggara.
Langkah Indonesia untuk memboyong pesawat tempur buatan Chengdu Aircraft Industrial Group ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Kementerian Pertahanan dalam memperkuat kedaulatan wilayah kedaulatan RI. Selain menambah jumlah skwadron tempur, kehadiran J-10CE diharapkan dapat memberikan diversifikasi sumber teknologi pertahanan bagi TNI Angkatan Udara agar memiliki kemandirian dan tidak bergantung pada satu produsen global tertentu dalam menjaga stabilitas keamanan regional.
Pengiriman yang diperkirakan berlangsung pada paruh pertama tahun depan tersebut akan terus dipantau secara ketat guna memastikan seluruh spesifikasi teknis dan integrasi sistem persenjataan sesuai dengan kebutuhan operasional di lapangan. Keberhasilan akuisisi ini sekaligus mempertegas posisi Indonesia dalam mempererat kerja sama strategis di bidang pertahanan dengan berbagai mitra internasional. Informasi mengenai perkembangan penguatan alutsista udara ini disusun kembali oleh GlobalSiar.
















