KUPANG, GLOBALSIAR.COM (04/09/2026) – Sebanyak 1.378 sekolah di Nusa Tenggara Timur terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang melanda wilayah tersebut pada Jumat pagi. Bencana alam ini mengakibatkan kerusakan fasilitas pendidikan secara masif di berbagai kabupaten karena guncangan yang sangat kuat. Dampak gempa NTT M 7.7 ini memicu kekhawatiran mendalam terhadap kelangsungan kegiatan belajar mengajar di wilayah terdampak.
Berdasarkan data terbaru, sekitar 502 sekolah di antaranya dilaporkan mengalami kerusakan kategori berat yang membahayakan keselamatan. Kerusakan tersebut meliputi struktur bangunan yang retak parah hingga atap ruang kelas yang runtuh sepenuhnya. Sementara itu, ratusan sekolah lainnya tercatat mengalami tingkat kerusakan ringan hingga sedang yang memerlukan penanganan mendesak dari otoritas terkait.
Peristiwa gempa NTT M 7.7 yang berpusat di laut ini memaksa ribuan siswa dan guru untuk segera mengevakuasi diri ke area terbuka. Banyak gedung sekolah tidak mampu menahan getaran hebat yang berlangsung selama beberapa menit tersebut. Pihak pemerintah daerah kini tengah melakukan validasi data di lapangan untuk memastikan angka pasti kerugian materiil pada sektor pendidikan.
Pemerintah provinsi berencana menyiapkan tenda darurat sebagai ruang kelas sementara agar pendidikan tetap berjalan pasca-bencana. Selain itu, koordinasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan sekolah yang hancur. Berita mengenai dampak kerusakan sekolah ini telah ditulis kembali oleh GlobalSiar berdasarkan laporan lapangan terkini.
















