Prabowo Siapkan Dana Rp 400 Triliun untuk Perkuat Sektor Pertanian di 2027 Kapolri Ungkap Kapal Pengangkut 1,16 Ton Ketamin Berbendera Mongolia Milik Warga Iran Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI 10 Persen PHR Suahasil Nazara: Penyaluran Bansos Ideal Lewat Transfer Langsung Berbasis Data Kemensos Fenomena Langit Banjarmasin Menguning Akibat Kabut Asap Pekat Kapolri Ungkap Kronologi Penangkapan Kapal Pembawa 1,16 Ton Sabu yang Dipantau 3 Bulan

Headline

Ribuan Sekolah di NTT Terdampak Gempa M 7.7, Ratusan Rusak Berat

badge-check


					Siswa SDK Waelengga, Kelurahan Watunggene, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, belajar di atas terpal akibat gempa M 7,7 yang mengguncang beberapa waktu lalu(KOMPAS.com/Markus Makur) Perbesar

Siswa SDK Waelengga, Kelurahan Watunggene, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, belajar di atas terpal akibat gempa M 7,7 yang mengguncang beberapa waktu lalu(KOMPAS.com/Markus Makur)

KUPANG, GLOBALSIAR.COM (04/09/2026) – Sebanyak 1.378 sekolah di Nusa Tenggara Timur terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang melanda wilayah tersebut pada Jumat pagi. Bencana alam ini mengakibatkan kerusakan fasilitas pendidikan secara masif di berbagai kabupaten karena guncangan yang sangat kuat. Dampak gempa NTT M 7.7 ini memicu kekhawatiran mendalam terhadap kelangsungan kegiatan belajar mengajar di wilayah terdampak.

Berdasarkan data terbaru, sekitar 502 sekolah di antaranya dilaporkan mengalami kerusakan kategori berat yang membahayakan keselamatan. Kerusakan tersebut meliputi struktur bangunan yang retak parah hingga atap ruang kelas yang runtuh sepenuhnya. Sementara itu, ratusan sekolah lainnya tercatat mengalami tingkat kerusakan ringan hingga sedang yang memerlukan penanganan mendesak dari otoritas terkait.

Peristiwa gempa NTT M 7.7 yang berpusat di laut ini memaksa ribuan siswa dan guru untuk segera mengevakuasi diri ke area terbuka. Banyak gedung sekolah tidak mampu menahan getaran hebat yang berlangsung selama beberapa menit tersebut. Pihak pemerintah daerah kini tengah melakukan validasi data di lapangan untuk memastikan angka pasti kerugian materiil pada sektor pendidikan.

Pemerintah provinsi berencana menyiapkan tenda darurat sebagai ruang kelas sementara agar pendidikan tetap berjalan pasca-bencana. Selain itu, koordinasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan sekolah yang hancur. Berita mengenai dampak kerusakan sekolah ini telah ditulis kembali oleh GlobalSiar berdasarkan laporan lapangan terkini.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Prabowo Siapkan Dana Rp 400 Triliun untuk Perkuat Sektor Pertanian di 2027

23 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Kapolri Ungkap Kapal Pengangkut 1,16 Ton Ketamin Berbendera Mongolia Milik Warga Iran

23 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI 10 Persen PHR

23 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Suahasil Nazara: Penyaluran Bansos Ideal Lewat Transfer Langsung Berbasis Data Kemensos

23 Oktober 2026 - 18:39 WIB

Fenomena Langit Banjarmasin Menguning Akibat Kabut Asap Pekat

23 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Trending di Bencana Alam