Pemerintah dan DPR Sepakati Biaya Haji 2027 Sebesar Rp 98,4 Juta Per Jemaah Febrie Adriansyah Diduga Terlibat Pencucian Uang Melalui Restoran Perancis Pertemuan Tertutup Prabowo dan Jokowi di Kertanegara: Bahas Isu Strategis Bangsa KPAI Tegaskan Tak Ada Ampun bagi Pelaku Bullying Maut di Pemalang Indonesia Dorong Transparansi Data dalam Forum Royalti Digital Internasional Sembilan Hakim MK Dilaporkan ke MKMK Atas Dugaan Pelanggaran Etik

Headline

Febrie Adriansyah Diduga Terlibat Pencucian Uang Melalui Restoran Perancis

badge-check


					(KOMPAS.com/Fristin Intan Sulistyowati) Perbesar

(KOMPAS.com/Fristin Intan Sulistyowati)

JAKARTA, GLOBALSIAR.COM (07/10/2026) – Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, kini tengah menjadi pusat perhatian publik terkait adanya laporan serius mengenai dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Ia dituding telah melakukan akuisisi terhadap sebuah restoran mewah yang menyajikan hidangan khas Perancis di wilayah Jakarta. Langkah pembelian aset properti dan bisnis ini diduga kuat merupakan upaya untuk menempatkan dana yang sumber asalnya masih dipertanyakan.

Berdasarkan informasi yang beredar, restoran tersebut tidak hanya mengalami pergantian kepemilikan, tetapi juga telah mengalami perubahan identitas atau merek dagang. Nama restoran yang awalnya sudah mapan dan dikenal luas oleh kalangan menengah ke atas itu diduga sengaja diganti untuk memutus jejak keterkaitan dengan pemilik aslinya. Strategi pengubahan nama ini disinyalir sebagai modus operandi umum dalam praktik pencucian uang guna menyamarkan profil aset dari pantauan otoritas pengawas keuangan.

Para pengamat hukum dan aktivis antikorupsi menekankan pentingnya transparansi dalam menanggapi laporan ini, mengingat posisi strategis yang dijabat oleh Febrie di Kejaksaan Agung. Penelusuran aliran dana atau ‘follow the money’ menjadi kunci utama untuk membuktikan apakah transaksi pembelian restoran tersebut menggunakan kekayaan yang sah atau terkait dengan gratifikasi dan tindak pidana lainnya. Publik kini mendesak adanya investigasi independen yang menyeluruh untuk menjaga marwah institusi penegak hukum tersebut.

Pihak Kejaksaan Agung diharapkan segera memberikan klarifikasi atau tindakan internal guna merespons laporan masyarakat yang melibatkan salah satu petingginya ini. Integritas dan profesionalitas Korps Adhyaksa kini sedang diuji dalam menangani kasus yang menyerempet ranah etika dan hukum di lingkungan internal mereka sendiri.

Restoran yang menjadi objek laporan tersebut saat ini masih beroperasi dengan identitas baru di salah satu kawasan elit di Jakarta. Otoritas terkait diharapkan dapat segera memverifikasi data transaksi dan kepemilikan untuk memberikan kepastian hukum bagi semua pihak yang terlibat. Laporan mengenai dugaan kepemilikan aset restoran mewah ini disusun kembali oleh tim redaksi GlobalSiar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemerintah dan DPR Sepakati Biaya Haji 2027 Sebesar Rp 98,4 Juta Per Jemaah

7 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Pertemuan Tertutup Prabowo dan Jokowi di Kertanegara: Bahas Isu Strategis Bangsa

7 Oktober 2026 - 18:45 WIB

KPAI Tegaskan Tak Ada Ampun bagi Pelaku Bullying Maut di Pemalang

7 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Indonesia Dorong Transparansi Data dalam Forum Royalti Digital Internasional

7 Oktober 2026 - 18:39 WIB

Sembilan Hakim MK Dilaporkan ke MKMK Atas Dugaan Pelanggaran Etik

7 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Trending di Headline