ROMA, GLOBALSIAR.COM (24 SEPTEMBER 2026) – Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) menegaskan peran krusial ekosistem hutan sebagai pilar utama dalam menjaga ketahanan pangan dan gizi secara global. Dalam laporan terbarunya, lembaga di bawah naungan PBB ini menyoroti bagaimana kawasan hutan menyediakan sumber makanan alami yang kaya akan nutrisi bagi jutaan orang di seluruh dunia. Ketersediaan sumber daya hayati yang melimpah menjadikan hutan sebagai benteng pertahanan terakhir dalam menghadapi ancaman kelaparan di masa depan.
Selain sebagai penyedia pangan langsung seperti buah-buahan, kacang-kacangan, dan tanaman obat, hutan juga memiliki fungsi strategis dalam mendukung sektor pertanian. Keberadaan tegakan pohon di area sekitar lahan pertanian terbukti mampu menstabilkan mikroklimat dan menjaga siklus air yang sangat dibutuhkan untuk kesuburan tanah. Tanpa ekosistem hutan yang sehat, produktivitas lahan pertanian akan terancam oleh cuaca ekstrem dan degradasi lingkungan yang kian masif.
FAO juga mencatat bahwa lebih dari 800 juta orang di berbagai belahan dunia sangat bergantung pada hasil hutan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Hutan tidak hanya memberikan perlindungan ekonomi, tetapi juga menjadi sumber mata pencaharian yang berkelanjutan bagi masyarakat adat dan komunitas lokal. Oleh karena itu, pengintegrasian kebijakan kehutanan dan pertanian menjadi langkah mendesak yang harus segera dilakukan untuk menciptakan sistem pangan yang tangguh.
Langkah-langkah konservasi dan pengelolaan hutan secara lestari merupakan investasi jangka panjang bagi kesejahteraan manusia dan keberlangsungan planet ini. Sinergi antara perlindungan alam dan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat diharapkan mampu menekan angka kemiskinan serta malnutrisi secara signifikan. Laporan komprehensif mengenai peran vital hutan terhadap masa depan pangan dunia ini disusun kembali oleh tim redaksi GlobalSiar.












