JAKARTA, GLOBALSIAR.COM (18/09/2026) – Pakar hukum internasional, Hikmahanto Juwana, secara resmi mendorong Pemerintah Indonesia untuk segera menyusun langkah kontingensi dan skenario evakuasi bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi. Desakan ini muncul menyusul meningkatnya ketegangan militer antara kelompok pemberontak Houthi dari Yaman dengan pihak otoritas Arab Saudi yang kian memanas dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut Hikmahanto, persiapan dini sangat krusial mengingat eskalasi konflik yang melibatkan serangan rudal dan drone dapat mengancam keselamatan sipil, termasuk ribuan tenaga kerja dan pelajar asal Indonesia di wilayah tersebut. Ia menekankan bahwa perlindungan terhadap warga negara merupakan prioritas utama yang harus disiapkan sebelum situasi di lapangan benar-benar mencapai titik kritis yang menyulitkan proses mobilisasi massa di masa mendatang.
Instabilitas di kawasan Timur Tengah ini diprediksi tidak hanya berdampak pada keamanan fisik, namun juga berpotensi mengganggu jalur transportasi udara dan laut yang biasa digunakan untuk akses keluar-masuk wilayah Saudi. Oleh karena itu, koordinasi lintas kementerian, terutama Kementerian Luar Negeri bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh serta KJRI Jeddah, perlu diperkuat guna memetakan kantong-kantong konsentrasi WNI dan menentukan jalur evakuasi yang paling aman dan efektif.
Pemerintah diharapkan segera melakukan simulasi dan pendataan ulang secara berkala untuk memastikan seluruh WNI mendapatkan informasi terkini terkait protokol keselamatan di tengah ancaman konflik bersenjata ini. Mitigasi risiko yang terukur menjadi kunci agar tidak terjadi kepanikan massal seandainya pecah pertempuran terbuka yang lebih luas di kawasan tersebut. Laporan ini disusun kembali dan dipublikasikan oleh GlobalSiar sebagai upaya diseminasi informasi terkait kebijakan perlindungan WNI di luar negeri.












