SAUMLAKI, GLOBALSIAR.COM (12 September 2026) – Sebuah benda yang dikonfirmasi sebagai bom aktif peninggalan Perang Dunia II ditemukan di area proyek pengembangan lapangan gas abadi, Blok Masela, Maluku. Penemuan ini terjadi secara tidak sengaja oleh sejumlah pekerja saat tengah melakukan proses pembersihan lahan (land clearing) di lokasi tersebut. Keberadaan amunisi peledak berukuran besar ini segera memicu kekhawatiran keselamatan di lingkungan kerja proyek strategis nasional tersebut.
Tim penjinak bom dari Satuan Brimob Polda Maluku segera dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan terkait temuan benda mencurigakan itu. Berdasarkan identifikasi awal, benda tersebut merupakan bom udara atau aviation bomb peninggalan masa perang dengan dimensi mencapai panjang sekitar satu meter. Meski telah tertimbun tanah selama puluhan tahun, kondisi fisik bom tersebut dinilai masih sangat membahayakan karena sifatnya yang masih aktif dan memiliki daya ledak tinggi.
Sebagai langkah mitigasi risiko, seluruh aktivitas pengerjaan fisik di titik penemuan dan sekitarnya dihentikan sementara waktu hingga area dinyatakan steril sepenuhnya. Garis polisi telah dipasang untuk mencegah akses warga maupun pekerja yang tidak berkepentingan mendekati lokasi penemuan bom. Pihak otoritas keamanan setempat kini sedang menyusun rencana evakuasi atau pemusnahan (disposal) benda tersebut guna memastikan tidak ada ancaman bagi kelanjutan proyek Blok Masela.
Kawasan Kepulauan Tanimbar memang dikenal memiliki sejarah panjang sebagai palagan pertempuran di masa lampau, sehingga temuan sisa-sisa amunisi perang bukan hal yang pertama kali terjadi. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya prosedur keamanan ketat dalam setiap tahap konstruksi infrastruktur di wilayah yang memiliki latar belakang sejarah konflik militer. Laporan mengenai situasi keamanan di Blok Masela ini disusun kembali oleh GlobalSiar.












