MAMUJU, GLOBALSIAR.COM (10/10/2026) – Fenomena kabut asap yang mulai menyelimuti sebagian wilayah Sulawesi Barat dalam beberapa hari terakhir dipastikan bukan berasal dari titik api lokal. Berdasarkan hasil pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tampa Padang Mamuju, sebaran asap tersebut teridentifikasi sebagai kiriman dari wilayah Kalimantan, Maluku, serta Papua yang terbawa oleh pergerakan angin lintas pulau.
Data pantauan satelit menunjukkan bahwa jumlah titik panas atau hotspot di wilayah Sulawesi Barat sendiri berada pada level yang sangat minim. Kondisi ini memperkuat analisis bahwa polusi udara yang mengganggu jarak pandang warga tersebut murni merupakan kiriman trans-boundary atau lintas batas. Massa udara yang membawa partikel asap bergerak mengikuti pola angin yang saat ini sedang dominan berembus menuju arah Sulawesi.
Gangguan kualitas udara ini mulai dirasakan di beberapa kabupaten di Sulawesi Barat, yang mengakibatkan penurunan jarak pandang horizontal secara signifikan. BMKG mengimbau para pengguna transportasi, khususnya sektor penerbangan di Bandara Tampa Padang, untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca guna menghindari risiko keselamatan akibat terbatasnya visibilitas saat melakukan lepas landas maupun pendaratan.
Selain berdampak pada sektor transportasi, masyarakat juga diminta untuk mengantisipasi potensi gangguan kesehatan pernapasan dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan atau menggunakan masker jika diperlukan. Pihak otoritas meteorologi akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap pergerakan arah angin dan intensitas kabut asap hingga situasi kembali normal, sebagaimana laporan ini disusun kembali oleh GlobalSiar.

















