4 Faktor Pemicu Bullying Anak Disabilitas di Surabaya Kebakaran Melanda Gunung Sumbing, Jalur Pendakian Gajahmungkur Ditutup Sementara Kesenjangan Infrastruktur: Siswa Perbatasan Bertaruh Nyawa di Tengah Proyek Kereta Cepat Tragedi di Markas, Bharada Andika Tembak Mati Seniornya Bharatu Laurentius Trump Dilaporkan Konsultasi dengan Grok AI Sebelum Penangkapan Nicolas Maduro Emil Dardak Ungkap Fakta di Balik Fenomena Antrean BBM di Jawa Timur

Ekonomi & Bisnis

Bank Indonesia Fasilitasi 20 UMKM Kopi Indonesia Unjuk Gigi di SCAJ 2026 Jepang

badge-check


					(Dok KOMPAS.com/SITI ANNISA) Perbesar

(Dok KOMPAS.com/SITI ANNISA)

TOKYO, GLOBALSIAR.COM (19 OKTOBER 2026) – Bank Indonesia (BI) secara resmi memfasilitasi 20 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan untuk berpartisipasi dalam ajang bergengsi Specialty Coffee Association of Japan (SCAJ) 2026 yang berlangsung di Tokyo, Jepang. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata untuk memperluas jangkauan pasar kopi Indonesia di kancah internasional, khususnya di pasar Jepang yang dikenal memiliki standar kualitas tinggi terhadap produk kopi spesialti.

Keikutsertaan puluhan UMKM ini diharapkan mampu memperkuat branding kopi Indonesia melalui pameran produk unggulan yang memiliki karakteristik rasa unik dari berbagai wilayah di tanah air. Selama pameran berlangsung, para pelaku usaha tidak hanya memajang produk mereka, tetapi juga terlibat dalam berbagai kegiatan strategis seperti sesi cupping dan pertemuan bisnis langsung dengan para calon pembeli serta distributor mancanegara untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas.

Jepang merupakan salah satu pasar ekspor kopi paling potensial bagi Indonesia karena minat masyarakatnya terhadap kopi berkualitas tinggi terus meningkat secara konsisten. Melalui ajang SCAJ 2026, Bank Indonesia berupaya menjembatani kesenjangan akses pasar bagi pelaku usaha lokal agar dapat bersaing secara global dan menjalin kemitraan jangka panjang dengan pelaku industri kopi di Negeri Sakura tersebut guna meningkatkan nilai tambah komoditas kopi nasional.

Keberhasilan penetrasi pasar ini diyakini akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional serta kesejahteraan para petani kopi di berbagai daerah di Indonesia. Sinergi antara otoritas moneter dan pelaku usaha kecil ini menjadi kunci utama dalam mendorong ekspor komoditas non-migas yang berkelanjutan dan kompetitif di masa depan. Laporan ini disusun kembali oleh GlobalSiar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

4 Faktor Pemicu Bullying Anak Disabilitas di Surabaya

20 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Kebakaran Melanda Gunung Sumbing, Jalur Pendakian Gajahmungkur Ditutup Sementara

20 Oktober 2026 - 13:03 WIB

Kesenjangan Infrastruktur: Siswa Perbatasan Bertaruh Nyawa di Tengah Proyek Kereta Cepat

20 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Tragedi di Markas, Bharada Andika Tembak Mati Seniornya Bharatu Laurentius

20 Oktober 2026 - 10:13 WIB

Trump Dilaporkan Konsultasi dengan Grok AI Sebelum Penangkapan Nicolas Maduro

20 Oktober 2026 - 10:11 WIB

Trending di Ekonomi & Bisnis