BANDA ACEH, GLOBALSIAR.COM (15 SEPTEMBER 2026) – Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi telah memicu bencana banjir dan tanah longsor di tiga kabupaten di Provinsi Aceh. Peristiwa alam yang terjadi secara beruntun ini dilaporkan mengakibatkan satu orang warga meninggal dunia dan setidaknya 13 orang lainnya mengalami luka-luka akibat terjebak material longsor serta luapan air.
Berdasarkan informasi lapangan, wilayah yang terdampak cukup parah meliputi Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Nagan Raya. Korban jiwa dilaporkan berasal dari Aceh Tengah setelah material tanah menimbun bangunan yang ditempati korban, sementara belasan korban luka-luka teridentifikasi di Kabupaten Nagan Raya saat berupaya menyelamatkan diri dari terjangan banjir bandang yang datang secara tiba-tiba.
Selain menimbulkan korban jiwa dan luka, bencana ini juga menyebabkan kerusakan infrastruktur yang cukup masif di beberapa titik. Sejumlah rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan berat, sementara akses transportasi antar-kabupaten sempat mengalami kelumpuhan total akibat tertutup timbunan material tanah dan pohon tumbang, yang kini tengah dalam proses pembersihan oleh petugas gabungan.
Hingga saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih melakukan pendataan dan menyiagakan personel di lokasi-lokasi rawan guna mengantisipasi adanya potensi bencana susulan mengingat curah hujan diprediksi masih akan berlangsung tinggi. Laporan mengenai kondisi darurat di wilayah Aceh ini disusun kembali oleh GlobalSiar.












