Bebas Penjara, Indra Kenz Mengaku Kini Tak Punya Rumah Lagi Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Terkait Kasus Kematian Sutrimo Aksi Perampokan di Karawang: Uang Rp 1,3 Miliar Milik WNA Raib Dibawa Kabur Komplotan BNPB Ungkap Karhutla di 6 Provinsi Prioritas Menurun Drastis, Tersisa 96 Hektar Aparat Bubarkan Aksi Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Kampus USTJ Jayapura Aktivitas Tambang Ilegal di Sangihe Diduga Keruk Emas Senilai Rp 200 Miliar

Headline

Bahlil Jamin Cadangan BBM Nasional Aman dan Harga Subsidi Tidak Mengalami Kenaikan

badge-check


					(KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY) Perbesar

(KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY)

JAKARTA, GLOBALSIAR.COM (22/09/2026) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional saat ini berada dalam kondisi yang sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan domestik. Di tengah dinamika pasar energi global yang fluktuatif, pemerintah memberikan jaminan bahwa ketersediaan pasokan di berbagai wilayah Indonesia tetap terjaga dengan baik tanpa kendala distribusi yang berarti.

Selain memastikan keamanan cadangan, Bahlil juga membawa kabar positif terkait kebijakan harga energi bagi masyarakat luas. Ia menyatakan bahwa pemerintah belum memiliki rencana untuk menaikkan harga BBM bersubsidi, seperti Pertalite dan Biosolar. Keputusan ini diambil sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional serta melindungi daya beli masyarakat agar tidak terbebani oleh lonjakan biaya transportasi dan logistik.

Pihak kementerian bersama instansi terkait terus melakukan pengawasan intensif terhadap rantai pasok energi dari hulu hingga hilir. Koordinasi dengan PT Pertamina (Persero) diperkuat guna memastikan cadangan operasional di setiap depo tetap berada pada level aman. Langkah antisipatif ini juga mencakup mitigasi terhadap potensi gangguan geopolitik internasional yang seringkali memberikan tekanan terhadap harga minyak mentah dunia secara mendadak.

Melalui pernyataan tersebut, pemerintah berharap masyarakat tidak merasa khawatir atau melakukan tindakan pembelian berlebih yang justru dapat mengganggu kelancaran distribusi. Evaluasi terhadap kondisi pasar akan terus dilakukan secara berkala dengan tetap memprioritaskan kesejahteraan rakyat sebagai landasan utama kebijakan energi nasional, laporan ini disusun kembali oleh GlobalSiar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bebas Penjara, Indra Kenz Mengaku Kini Tak Punya Rumah Lagi

30 September 2026 - 23:06 WIB

Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Terkait Kasus Kematian Sutrimo

30 September 2026 - 23:03 WIB

Aksi Perampokan di Karawang: Uang Rp 1,3 Miliar Milik WNA Raib Dibawa Kabur Komplotan

30 September 2026 - 23:00 WIB

BNPB Ungkap Karhutla di 6 Provinsi Prioritas Menurun Drastis, Tersisa 96 Hektar

30 September 2026 - 20:03 WIB

Aparat Bubarkan Aksi Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Kampus USTJ Jayapura

30 September 2026 - 20:00 WIB

Trending di Headline