Bahlil Lahadalia Ungkap Alasan Strategis Prabowo Bentuk Kementerian Koordinator Hilirisasi Listyo Sigit Tetap Sandang Status Polisi Aktif hingga 2027 Usai Dicopot dari Kapolri Prabowo Resmi Lantik Bahlil Lahadalia Jadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi Laporan Intelijen AS Bocor: Arab Saudi Pertimbangkan Opsi Pengembangan Senjata Nuklir Profil dan Rekam Jejak Arrmanatha Nasir, Menteri Luar Negeri Baru RI Pengganti Sugiono Sugiono Resmi Jabat Menko PMK Gantikan Pratikno: Simak Profil dan Rincian Harta Kekayaannya

Headline

Bahlil Lahadalia Ungkap Alasan Strategis Prabowo Bentuk Kementerian Koordinator Hilirisasi

badge-check


					(KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY) Perbesar

(KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY)

JAKARTA, GLOBALSIAR.COM (01/10/2026) – Bahlil Lahadalia secara resmi diperkenalkan sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dalam kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Penunjukan ini merupakan bagian dari langkah taktis pemerintah untuk memperluas jangkauan kebijakan hilirisasi yang selama ini menjadi pilar utama transformasi ekonomi nasional. Bahlil mengungkapkan bahwa pembentukan pos menteri koordinator baru ini bertujuan untuk mengonsolidasikan seluruh potensi komoditas unggulan agar memiliki nilai tambah yang maksimal sebelum diekspor ke pasar global.

Dalam keterangannya, Bahlil menjelaskan bahwa mandat yang diberikan oleh Presiden Prabowo tidak hanya terbatas pada sektor pertambangan dan mineral saja. Cakupan tugas Menko Hilirisasi kini mencakup sektor-sektor vital lainnya seperti perkebunan, kehutanan, serta kelautan dan perikanan. Diversifikasi hilirisasi ini dipandang sangat mendesak guna memastikan kekayaan alam Indonesia dikelola secara mandiri di dalam negeri, sehingga mampu menciptakan ekosistem industri yang lebih kuat dan berdaya saing tinggi.

Pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi landasan utama di balik urgensi hilirisasi lintas sektoral ini. Bahlil menyebutkan bahwa pengintegrasian berbagai industri pengolahan di bawah satu koordinasi akan mempercepat arus investasi dan efisiensi birokrasi. Pengalamannya dalam memimpin sektor investasi pada periode sebelumnya menjadi modal penting dalam mengawal transisi besar ini demi mewujudkan kemandirian ekonomi yang inklusif.

Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat struktur fundamental ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian kondisi global melalui peningkatan nilai ekspor produk jadi. Koordinasi yang solid antar-kementerian di bawah pimpinan Bahlil diproyeksikan akan menghilangkan hambatan regulasi yang selama ini menghambat hilirisasi di sektor non-tambang. Laporan mendalam mengenai dinamika kabinet baru ini disusun kembali oleh tim redaksi GlobalSiar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Listyo Sigit Tetap Sandang Status Polisi Aktif hingga 2027 Usai Dicopot dari Kapolri

1 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Prabowo Resmi Lantik Bahlil Lahadalia Jadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi

1 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Laporan Intelijen AS Bocor: Arab Saudi Pertimbangkan Opsi Pengembangan Senjata Nuklir

1 Oktober 2026 - 18:39 WIB

Profil dan Rekam Jejak Arrmanatha Nasir, Menteri Luar Negeri Baru RI Pengganti Sugiono

1 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Sugiono Resmi Jabat Menko PMK Gantikan Pratikno: Simak Profil dan Rincian Harta Kekayaannya

1 Oktober 2026 - 18:33 WIB

Trending di Headline