Bebas Penjara, Indra Kenz Mengaku Kini Tak Punya Rumah Lagi Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Terkait Kasus Kematian Sutrimo Aksi Perampokan di Karawang: Uang Rp 1,3 Miliar Milik WNA Raib Dibawa Kabur Komplotan BNPB Ungkap Karhutla di 6 Provinsi Prioritas Menurun Drastis, Tersisa 96 Hektar Aparat Bubarkan Aksi Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Kampus USTJ Jayapura Aktivitas Tambang Ilegal di Sangihe Diduga Keruk Emas Senilai Rp 200 Miliar

Headline

Bahlil Pastikan Impor Minyak Rusia Berlanjut Selama Ekonomis

badge-check


					(KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY) Perbesar

(KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY)

JAKARTA, GLOBALSIAR.COM (12/09/2026) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi bahwa pemerintah Indonesia masih membuka peluang besar untuk melanjutkan impor minyak mentah dari Rusia. Kebijakan ini akan terus dijalankan sepanjang memberikan keuntungan ekonomis yang signifikan bagi negara dan tidak bertentangan dengan ketentuan hukum internasional. Bahlil menekankan pentingnya efisiensi dalam pengadaan energi demi menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri.

Menurut Bahlil, pemilihan mitra dagang energi didasarkan pada pertimbangan profesional dan pragmatis terkait harga pasar. Minyak Rusia yang sering ditawarkan dengan skema harga diskon menjadi daya tarik tersendiri bagi Pertamina untuk menekan biaya operasional pengadaan bahan bakar minyak (BBM). Pemerintah terus memantau dinamika pasar global untuk memastikan bahwa setiap barel minyak yang diimpor memberikan nilai tambah terbaik bagi anggaran negara.

Pemerintah juga memastikan bahwa kerja sama ini tetap berada dalam koridor diplomasi yang aman dengan mempertimbangkan berbagai sanksi internasional yang ada. Langkah ini diambil secara hati-hati agar pengadaan energi nasional tidak terganggu oleh kendala teknis maupun regulasi eksternal. Kepastian pasokan energi tetap menjadi prioritas utama kementerian di tengah tantangan geopolitik dunia yang dinamis saat ini.

Integrasi pasokan energi dari berbagai sumber internasional, termasuk Rusia, diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang. Bahlil menyatakan bahwa Indonesia tetap konsisten pada prinsip kepentingan nasional dalam setiap pengambilan keputusan strategis di sektor energi. Laporan mengenai kebijakan impor minyak ini disusun kembali oleh GlobalSiar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bebas Penjara, Indra Kenz Mengaku Kini Tak Punya Rumah Lagi

30 September 2026 - 23:06 WIB

Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Terkait Kasus Kematian Sutrimo

30 September 2026 - 23:03 WIB

Aksi Perampokan di Karawang: Uang Rp 1,3 Miliar Milik WNA Raib Dibawa Kabur Komplotan

30 September 2026 - 23:00 WIB

BNPB Ungkap Karhutla di 6 Provinsi Prioritas Menurun Drastis, Tersisa 96 Hektar

30 September 2026 - 20:03 WIB

Aparat Bubarkan Aksi Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Kampus USTJ Jayapura

30 September 2026 - 20:00 WIB

Trending di Headline