JAKARTA, GLOBALSIAR.COM (12/09/2026) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi bahwa pemerintah Indonesia masih membuka peluang besar untuk melanjutkan impor minyak mentah dari Rusia. Kebijakan ini akan terus dijalankan sepanjang memberikan keuntungan ekonomis yang signifikan bagi negara dan tidak bertentangan dengan ketentuan hukum internasional. Bahlil menekankan pentingnya efisiensi dalam pengadaan energi demi menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri.
Menurut Bahlil, pemilihan mitra dagang energi didasarkan pada pertimbangan profesional dan pragmatis terkait harga pasar. Minyak Rusia yang sering ditawarkan dengan skema harga diskon menjadi daya tarik tersendiri bagi Pertamina untuk menekan biaya operasional pengadaan bahan bakar minyak (BBM). Pemerintah terus memantau dinamika pasar global untuk memastikan bahwa setiap barel minyak yang diimpor memberikan nilai tambah terbaik bagi anggaran negara.
Pemerintah juga memastikan bahwa kerja sama ini tetap berada dalam koridor diplomasi yang aman dengan mempertimbangkan berbagai sanksi internasional yang ada. Langkah ini diambil secara hati-hati agar pengadaan energi nasional tidak terganggu oleh kendala teknis maupun regulasi eksternal. Kepastian pasokan energi tetap menjadi prioritas utama kementerian di tengah tantangan geopolitik dunia yang dinamis saat ini.
Integrasi pasokan energi dari berbagai sumber internasional, termasuk Rusia, diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang. Bahlil menyatakan bahwa Indonesia tetap konsisten pada prinsip kepentingan nasional dalam setiap pengambilan keputusan strategis di sektor energi. Laporan mengenai kebijakan impor minyak ini disusun kembali oleh GlobalSiar.












