
Ilustrasi – Pulau Padar, destinasi wisata ikonik berupa pulau terbesar ketiga di kawasan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. (ASITANTT)
Dewan Pimpinan Daerah Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Nusa Tenggara Timur (NTT) akan menyalurkan bantuan hasil penggalangan dana kepada masyarakat terdampak gempa Flores sekaligus mengecek kesiapan destinasi wisata, hotel, dan restoran untuk kembali menerima wisatawan. Ketua DPD ASITA NTT, Oyan Kristian, mengatakan penggalangan dana telah dibuka sejak 17 Agustus 2026 dan direncanakan berlangsung hingga 31 Agustus 2026.
“Dana yang terkumpul kami akan kelola untuk dibelikan dalam bentuk barang yang akan dibawa kepada masyarakat yang terdampak,” kata Oyan saat dihubungi ANTARA, Selasa (25/8/2026). Ia menjelaskan, penyaluran bantuan tersebut akan dibarengi dengan kunjungan ke sejumlah destinasi wisata untuk melihat kondisi fasilitas pariwisata setelah gempa. Pengecekan ini mencakup destinasi wisata, hotel, dan restoran untuk memastikan fasilitas terkait telah siap menerima wisatawan kembali.
“Pada saat kami mendistribusikan sumbangan yang adalah dari hasil donasi ini, kami akan melakukan kunjungan ke destinasi-destinasi wisata sekaligus untuk memastikan bahwa destinasi wisata sudah berfungsi dengan baik, sudah beroperasi kembali dengan baik,” ujarnya.
Berdasarkan laporan kondisi sektor pariwisata terdampak gempa Flores M7,7 yang diterbitkan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPO-LBF) per 24 Agustus 2026 pukul 19.00 WITA, sebanyak 54 hotel, restoran, dan kafe terdampak gempa. Rinciannya, tujuh unit mengalami kerusakan ringan dan 47 unit mengalami kerusakan berat. Pada sektor daya tarik wisata, tujuh destinasi telah kembali dibuka, sementara 11 destinasi masih ditutup sementara.
Oyan menekankan bahwa pengecekan lapangan diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai kesiapan sektor pariwisata sebelum pelaku usaha kembali mendorong kunjungan wisatawan. Ia menambahkan, pemulihan pariwisata juga membutuhkan perbaikan fasilitas pendukung dan infrastruktur umum yang terdampak gempa, seperti jalan dan bandara. “Kalau ada kerusakan di bandara maka memang harus segera diperbaiki. Kalau kerusakan seperti jalan yang juga rusak akibat gempa, juga sama demikian harus diperbaiki,” ujarnya.
Oyan berharap bantuan yang dikumpulkan ASITA dapat membantu masyarakat terdampak sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong pemulihan aktivitas pariwisata di Flores. Menurutnya, kesiapan masyarakat di kawasan destinasi juga perlu menjadi perhatian karena mereka merupakan bagian penting dalam penyediaan jasa pariwisata.
[Red/SKP]
















