Bebas Penjara, Indra Kenz Mengaku Kini Tak Punya Rumah Lagi Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Terkait Kasus Kematian Sutrimo Aksi Perampokan di Karawang: Uang Rp 1,3 Miliar Milik WNA Raib Dibawa Kabur Komplotan BNPB Ungkap Karhutla di 6 Provinsi Prioritas Menurun Drastis, Tersisa 96 Hektar Aparat Bubarkan Aksi Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Kampus USTJ Jayapura Aktivitas Tambang Ilegal di Sangihe Diduga Keruk Emas Senilai Rp 200 Miliar

Headline

Airlangga Hartarto Temui Justin Trudeau, Akselerasi Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Kanada

badge-check


					(DOK. KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN) Perbesar

(DOK. KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN)

OTTAWA, GLOBALSIAR.COM (17 SEPTEMBER 2026) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau guna mempercepat penyelesaian perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif. Pertemuan strategis ini difokuskan pada penguatan hubungan perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan bagi kedua negara di tengah dinamika ekonomi global yang terus berkembang.

Fokus utama dalam diskusi tersebut adalah percepatan negosiasi Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) yang ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Kedua pemimpin sepakat bahwa kesepakatan ini akan menjadi fondasi kuat untuk membuka akses pasar yang lebih luas, mengurangi hambatan perdagangan, serta menciptakan peluang investasi baru yang signifikan bagi sektor swasta di kedua negara.

Selain isu perdagangan, Airlangga dan Trudeau membahas kolaborasi mendalam di sektor energi hijau dan optimalisasi pemanfaatan mineral kritis. Kerja sama ini dipandang sangat vital dalam mendukung ambisi transisi energi global dan memperkuat rantai pasok industri berkelanjutan, di mana keunggulan teknologi Kanada dapat dipadukan dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki oleh Indonesia.

Peningkatan ketahanan pangan juga menjadi poin krusial dalam agenda pertemuan melalui rencana pengembangan teknologi pertanian dan stabilitas pasokan komoditas pangan. Langkah diplomasi ini merupakan bagian integral dari implementasi strategi ekonomi di kawasan Indo-Pasifik demi menjamin pertumbuhan yang inklusif dan tangguh, sebagaimana dilaporkan dan disusun kembali oleh GlobalSiar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bebas Penjara, Indra Kenz Mengaku Kini Tak Punya Rumah Lagi

30 September 2026 - 23:06 WIB

Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Terkait Kasus Kematian Sutrimo

30 September 2026 - 23:03 WIB

Aksi Perampokan di Karawang: Uang Rp 1,3 Miliar Milik WNA Raib Dibawa Kabur Komplotan

30 September 2026 - 23:00 WIB

BNPB Ungkap Karhutla di 6 Provinsi Prioritas Menurun Drastis, Tersisa 96 Hektar

30 September 2026 - 20:03 WIB

Aparat Bubarkan Aksi Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Kampus USTJ Jayapura

30 September 2026 - 20:00 WIB

Trending di Headline