JAKARTA, GLOBALSIAR.COM (30 OKTOBER 2026) – Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi menetapkan target ambisius untuk mengintegrasikan 10.000 Satuan Pelayanan Makan Bergizi (SPPG) di seluruh Indonesia dengan sistem pengawasan pusat melalui kamera pengawas atau CCTV. Langkah strategis ini diambil guna memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai standar operasional yang ketat, sekaligus menjadi instrumen transparansi utama dalam pengelolaan anggaran serta pelaksanaan di lapangan.
Integrasi teknologi ini memungkinkan pusat komando Badan Gizi Nasional memantau setiap proses operasional, mulai dari pengolahan makanan hingga distribusi, secara langsung dan real-time. Melalui koneksi digital tersebut, tim pengawas pusat dapat melakukan supervisi terhadap aspek higienitas dapur, kualitas bahan baku, hingga kepatuhan prosedur penyajian di tiap-tiap unit pelayanan. Upaya digitalisasi ini dirancang untuk meminimalisir risiko kesalahan prosedur yang berpotensi memengaruhi kesehatan para penerima manfaat.
Setiap unit Satuan Pelayanan Makan Bergizi diproyeksikan mampu melayani kebutuhan asupan nutrisi bagi sekitar 3.000 anak sekolah setiap harinya. Mengingat skala pelayanan yang sangat masif, keberadaan sistem pengawasan digital dianggap sebagai elemen krusial untuk menjaga konsistensi mutu layanan di ribuan titik distribusi yang tersebar di berbagai pelosok wilayah. Badan Gizi Nasional menegaskan bahwa penguatan infrastruktur digital merupakan kunci utama dalam menjaga akuntabilitas pelaksanaan program prioritas nasional tersebut.
Selain aspek teknis operasional, sistem monitoring berbasis CCTV ini diharapkan mampu mempercepat proses pelaporan dan evaluasi program secara berkala tanpa terkendala jarak geografis. Transformasi digital dalam sektor pemenuhan gizi nasional ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam mengoptimalkan sumber daya demi mencetak generasi mendatang yang lebih berkualitas dan sehat. Laporan ini disusun kembali oleh tim redaksi GlobalSiar.
















